Begini Kemeriahan Pembukaan Festival Lontar Turatea di Cagar Budaya Makam Raja-raja Binamu Jeneponto

bukamatanews | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 11:57
Begini Kemeriahan Pembukaan Festival Lontar Turatea di Cagar Budaya Makam Raja-raja Binamu Jeneponto

BUKAMATA, JENEPONTO -- Sabtu, 8 Oktober 2021. Malam meremang. Namun berkas-berkas cahaya menerangi Taman Cagar Budaya Makam Raja-raja Binamu di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Di lokasi itu, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, hadir membuka Festival Lontar Turtaea, event seni budaya tingkat nasional.

Festival akan berlangsung 3 hari. Tanggal 8-10 Oktober 2021. Pantauan awak media, pada pembukaan Festival Lontar Turatea, terdapat ratusan warga hadir berkerumunan menyaksikan festival tersebut di tengah pandemi covid-19.

Ikut meramaikan, Sangar Seni Kusuma dari Bekasi, Mekongga Art dari Kendari, Yayasan "I" Production dari Manggarai, Sanggar Siradjuddin dari Gowa, Sanggar Seni Pattallassang dari Takalar, Sanggar Seni Tanadoang dari Selayar, Sanggar Seni Naura dari Soppeng, Pegiat Seni Tradisi Jeneponto, dan Kopi Senja Management.

Direktur Fertival Lontar Turatea, Khrisna Pabichara menjelaskan, latar belakang dan tujuan dari pada pelaksanaan budaya yang mengajarkan harmoni, kerja sama, toleransi dan saling menghargai dengan tujuan untuk mengingatkan bagi regenerasi muda masa depan, guna lebih mengenal sejarah.

"Karena kita khawatir tidak akan lagi mengatahui siapa itu Igaukan Daeng Riolo Karaeng Matoaya, Palangkei Daeng Lagu Macannga Ribontoramba, nama Banrimanurun, nama Arungkeke, nama Tino dan Tolo, Kita bisa lupa pada sejarah hingga abai masa depan," ujarnya.

Sehingga ide itu melatari pelaksanaan Festival Lontar Turatea yang digelar sebagai hajat bersama masyarakat Turatea Kabupaten Jeneponto. Kenapa bukan Lontara tetapi Lontar? Dalam bahasa melayu, lontar adalah pohonnya bahasa Makassarnya Tala.

"Pohon Lontara (Tala) diidentikkan dekat dengan kehidupan masyarakat Jeneponto, kulitnya keras isinya lembut. Di luarnya keras melindungi di dalamnya hati lembut, itulah karakter Jeneponto," kata Khrisna.

Menurutnya, pelaksanaan sengaja dilakukan di Kecamatan Bontoramba karena di tempat itu, dimulai tahun 1406 kerajaan Binamu terbentuk dan sejarah Turatea Kabupaten Jeneponto, terbentuk sampai saat ini.

"Jangan lupa sejarah sebab tanpa masa lalu tidak ada masa depan," terangnya.

Sementara Bupati Jeneponto menyampaikan apresiasi pada pelaksanaan Festival Lontar Turatea ini yang pertama kali ini dilaksanakan di Kabupaten Jeneponto.

"Kami mengharapkan kedepan untuk senantiasa dilakukan di semua Kecamatan yang di Kabupaten Jeneponto," harapnya

Dia mengaku tidak menyangka, pelaksanaan seramai ini, terlaksana dengan nyaris tak ada cela sama sekali. "Kami sudah melihat kiri kanan tidak melihat kekurangan," ujarnya.

Bupati menambahkan, kepada sejumlah anggota DPRD Jeneponto khususnya Dapil Pemilihan Kecamatan Tamalatea - Bontoramba, agar dapat memasukkan penganggaran pembahasan 2022 kegiatan tersebut.

Hadir sejumlah Pimpinan OPD Pemkab Jeneponto, Camat, anggota DPRD, Ketua Bawaslu Jeneponto, kepala desa dan para undangan lainnya.

Penulis: Samsul

Artikel Asli