Sinergi Antardinas untuk Bangkitkan Ekonomi Surabaya

jawapos | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 10:10
Sinergi Antardinas untuk Bangkitkan Ekonomi Surabaya

JawaPos.com Tidak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Karena itu, langkah pemulihan ekonomi harus dilakukan agar kerugian tidak semakin besar. Berbagai langkah untuk kembali meningkatkan daya masyarakat terus dilakukan. Salah satunya melalui inovasi yang dilakukan berbagai unsur pemerintahan.

Masing-masing dinas memiliki peran dalam pemulihan ekonomi. Program kerja digeber, terutama yang berkaitan dengan masyarakat. Harapannya, masyarakat mampu bertahan melewati pandemi.

Misalnya, inovasi yang dilakukan dinas perdagangan (disdag). Mereka memfasilitasi usaha kecil dan menengah (UKM) supaya mampu menjangkau pasar yang lebih luas. UKM tersebut masuk ke sistem market online yang diprakarsai disdag.

Aplikasi tersebut bernama e-Peken. Semacam marketplace yang menaungi seluruh pedagang dan toko kelontong Surabaya. Cara kerjanya gampang, pembeli tinggal mencari toko terdekat di daerah tempat tinggalnya. Lalu, pembeli memilih barang yang hendak dibeli.

Aplikasi ini memang wadah bagi para pelaku usaha. Nantinya bukan hanya kerajinan, makanan, dan minuman. Barang-barang pokok pun akan masuk ke sana, ujar Kepala Disdag Wiwiek Widyawati.

Upaya pemulihan ekonomi semakin lengkap dengan adanya kewajiban ASN Pemkot Surabaya belanja lewat e-Peken. Cara tersebut secara tidak langsung mampu menyokong toko kelontong itu hidup.

Dinas koperasi dan UMKM pun turut mengupayakan pemulihan ekonomi. Misalnya, menghidupkan lagi sentra wisata kuliner (SWK) yang sempat ditinggalkan pedagang karena sepi. Pedagang yang sebelumnya vakum kini kembali aktif.

Saat pandemi mencapai puncaknya, banyak yang memilih pulang ke desa dulu. Nah, sekarang kami panggil lagi mereka karena kondisi Surabaya lambat laun kembali membaik. Daya beli masyarakat juga semakin kuat, terang Kepala Dinkop Surabaya Widodo Suryantoro.

Program promosi pun digaungkan dengan menggandeng influencer lokal. Promosi lewat digital dianggap ampuh untuk menyebarluaskan informasi ke masyarakat. Dengan harapan pembeli yang datang semakin banyak.

Apalagi, sekarang ada kelonggaran jam buka hingga tengah malam. Lalu, kami tetap usulkan UKM ini untuk masuk program bantuan dari pemerintah pusat. Sekarang bantuan itu sudah masuk ke tahap IV, terangnya.

Di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya, OPD tersebut memfasilitasi bagi warga Surabaya yang sedang mencari kerja. Penyediaan lapangan kerja tersebut dilakukan dengan menjembatani perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Pendataan dilakukan melalui penerbitan kartu pencari kerja atau AK-1.

Kami sediakan informasi terkait lapangan kerja melalui website disnaker. Lalu, bursa kerja online juga digelar dengan prioritas pengambilan tenaga kerja berasal dari warga Surabaya, ujar Kepala Disnaker Surabaya Ahmad Zaini.

Ada juga pelatihan untuk mengembangkan soft skill dan hard skill pencari kerja. Tahun ini memang tidak ada, tapi untuk 2022 sudah dianggarkan lagi untuk pelatihan itu.

Saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) untuk pembuatan aplikasi. Nanti, melalui aplikasi tersebut memberikan fasilitas bagi perusahaan untuk mencari pekerja. Ini masih kami matangkan, ujar Zaini.

Upaya pemulihan turut dilakukan hingga level kecamatan dan kelurahan. Misalnya, yang ada di Kecamatan Sukolilo. Wilayah itu konsisten membantu usaha kecil untuk kembali bangkit.

Di halaman kantor Kecamatan Sukolilo saat ini tersedia lapak khusus bagi pelaku usaha kecil yang menjadi binaan Kecamatan Sukolilo. Tempat yang diberi nama Teras UMKM saban hari menjadi lokasi pelaku usaha memajang produk. Mulai makanan, minuman, hingga kerajinan.

Camat Sukolilo Amalia Kurniawati menjelaskan, itu merupakan jawaban dari kegelisahan para pelaku usaha. Mereka merasakan pandemi memukul jalannya roda usaha. Dengan adanya inovasi tersebut, diharapkan dapat membantu mereka untuk bangkit lagi.

Total, ada 31 UMKM yang sekarang mengisi teras UMKM. Namun, tidak langsung sekaligus. Kami meminta dalam satu pekan hari kerja dibagi oleh mereka. Jadi, semua UMKM itu kebagian untuk memasarkan produknya di sana, katanya.

Pengembangan Opsi Wisata Jadi Alternatif

PANDEMI Covid-19 membuat Pemkot Surabaya harus melakukan refocusing anggaran. Proyek-proyek yang sedianya dikerjakan dinas sepanjang 20202021 harus ditunda. Salah satunya dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH).

Dinas yang dipimpin Anna Fajriatin tersebut memangkas anggaran belanja untuk penerangan jalan umum (PJU). Nominalnya hingga puluhan miliar rupiah. Begitu pula proyek-proyek yang seharusnya dikerjakan DPRKP CKTR dan DPUBMP. Dana tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19 di metropolis.

Tahun depan Wali Kota Eri Cahyadi beserta jajaran berupaya membalikkan keadaan Surabaya menjadi lebih baik. Geliat ekonomi diagresifkan lagi melalui sektor wisata. Ketua Komisi D Khusnul Khotimah mengatakan, dewan menyambut baik optimisme pemkot. Gali potensi yang ada. Maksimalkan apa yang bisa dioptimalkan, katanya.

Wakil ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya itu menuturkan, beragam wisata sudah disiapkan. Tidak hanya menampilkan aspek rekreatif, tapi juga edukatif serta layanan kesehatan. Untuk wisata pendidikan (edukatif), lokasi wisata terdapat di Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Museum Pendidikan.

Kemudian, lanjut alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu, wisata kesehatan juga layak dikembangkan. Di antaranya, RS Onkologi hingga Fakultas Kedokteran Unair. Dia mengungkapkan, lokasi-lokasi wisata sebetulnya bisa ditambah lagi atau diperbanyak. Misalnya, wisata pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kampus (Unesa, Red) yang mencetak para pendidik, ucapnya.

Khusnul ingin Surabaya belajar dari Singapura. Orang berobat di Singapura itu kan ada juga yang berbelanja. Servis publiknya dibaguskan, imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan, optimisme Surabaya dalam menyambut 2022 terasa saat rapat rancangan kebijakan umum APBD (KUA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS). Anggaran belanja naik dua digit Rp 10,1 triliun. Anggaran belanja pegawai diminimkan. Namun, anggaran modal yang bisa berdampak ke masyarakat dibesarkan, tuturnya.

Pelaku Usaha Berharap Intervensi Pemkot

PANDEMI yang tak kunjung usai dan aturan yang membatasi gerak usaha membuat banyak usaha dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyerah. Mereka pun menunggu langkah konkret dari pemerintah agar harapan untuk berpenghasilan itu bisa terwujud.

Arining, 37, berharap dapurnya kembali mengepul pada tahun depan. Ibu dua anak tersebut mengungkapkan, sejak Agustus 2020 penghasilannya hancur-hancuran. Warung makan di Tandes miliknya tidak jarang ditutup selama beberapa hari. Dia mengaku bingung mau jual apa. Ikan pindang kulakan di pasar dengan harga Rp 16.000 dapat enam biji. Eh, seharian nggak habis, malah sisa empat biji, katanya.

Kondisi makin parah Juli lalu ketika kasus Covid-19 di Surabaya kembali melonjak. Praktis, Arining menutup warungnya hampir lima minggu. Dia sempat beralih berjualan baju. Sayangnya, bukan profit yang datang, justru rugi yang menghampiri.

Arining berharap ada intervensi pemkot yang lebih besar terhadap para pedagang. Tidak sekadar memberikan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Misalnya, ada pelatihan memasak setiap bulan untuk pedagang. Semoga sudah ada bazar ya tahun depan kalau Ramadan, harapnya.

Hal senada diungkapkan Nanik, seorang produsen jajan pasar di kawasan Rungkut. Pandemi memang menggerus pangsa pasar miliknya. Hampir 50 persen omzet turun.

Pembatasan kegiatan membuat pesanan jajan untuk rapat sudah jarang ada. Bawa jajan ke pasar, yang biasanya kulakan rebutan, sekarang turun. Tersisa banyak bawa balik ke rumah. Mau diobral juga hari sudah siang, terang Nanik.

Puncaknya terjadi saat varian Covid-19 melanda Surabaya. Nanik sudah tidak bisa berpikir mau mencari rezeki dari mana. Mengandalkan pesanan rumahan tidak sebanding dengan pengeluarannya. Jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi di Surabaya. Wis remek awak! Cukup sekali saja. Minta tolong pemerintah memberikan jalan keluarnya, ujar dia.

Nanik memang tidak berharap ada bantuan keuangan yang datang. Dia hanya ingin aktivitas masyarakat bisa berlangsung normal. Rezeki dari pesanan kantor dan masyarakat bisa datang seperti semula.

PEMULIHAN EKONOMI SASAR USAHA KECIL

Banyak program OPD yang menyasar usaha kecil.

Sektor ini dianggap paling rentan.

Usaha kecil merupakan tumpuan ekonomi dari bawah.

Bantuan untuk usaha kecil beragam, mulai pemasaran hingga permodalan.

Usaha kecil yang tahan banting diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat.

Artikel Asli