Ferdinand Hutahaean Sentil Rocky Gerung, Pendek Tapi Menohok Banget

wartaekonomi | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 08:21
Ferdinand Hutahaean Sentil Rocky Gerung, Pendek Tapi Menohok Banget

Mantan Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean blak-blakan sentil pernyataan akademisi Rocky Gerung terkait profesor asal Singapura yang memuji Presiden Jokowi sebagai sosok yang genius.

Hal tersebut diungkapkan Ferdinand Hutahaean melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean3.

Ferdinand Hutahaean menyoroti pernyataan Rocky Gerung yang menyebut sang profesor sebagai buzzer luar negeri lantaran berlebihan dalam memuji Jokowi.

Selain itu, Rocky Gerung menyebut bahwa tidak masuk akal jika tiba-tiba ada orang atau pihak dari luar yang memuji Jokowi secara berlebihan.

Mendengar pernyataan Rocky Gerung ini, Ferdinand Hutahaean menganggap bahwa bagi sang pengamat politik wajar jika memang pujian terhadap Jokowi terasa tak masuk akal.

"Gak masuk akal, wajarlah, orang tidak punya akal!" tegas Ferdinand Hutahaean dikutip GenPI.co, Sabtu (9/10).

Seperti diketahui, sebelumnya seorang profesor asal Singapura, Kishore Masbubani, menyebut Presiden Jokowi sebagai sosok yang genius.

Kishore Mahbubani juga menyoroti kemampuan Jokowi dalam menyatukan kembali bangsa yang sempat terpecah karena Piplres 2019.

Namun, pujian terhadap presiden ini tampaknya dinilai tak begitu masuk akal oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Ia mengatakan, pujian tersebut justru akan membuat rakyat malu lantaran melihat sikap dari seorang profesor yang mirip dengan buzzer di Indonesia.

"Tiba-tiba ada seseorang mengatakan (Jokowi) berhasil dan secara sugestif pujian pada Presiden Jokowi. Kita sebagai rakyat justru yang malu, mengapa ada profesor yang seolah-olah kayak buzzer doang," jelas Rocky Gerung.

Tak hanya itu, Rocky Gerung mengatakan bahwa semua penelitian yang dilakukan oleh analis dunia, terutama Australia dan Amerika Serikat, mengatakan bahwa Jokowi telah gagal dalam segala hal.

Oleh karena itu, Rocky Gerung menilai tak masuk akal jika tiba-tiba ada seorang profesor yang tanpa melakukan research memuji Jokowi sebagai seseorang yang genius.

"Kan nggak masuk akal kalau tiba-tiba pujian itu berlebih. Kalau pujiannya standar standar juga masih masuk akal. Ini 'oh genius, genius dalam soal ekonomi, yaitu meningkatkan ekonomi bertumbuh 10 persen dan meroket. Genius dalam demokrasi, meninggalkan keterbelahan bangsa'. Apa genius tuh bangsa yang sampai sekarang masih terbelah?" pungkasnya.

Artikel Asli