Soal Capres Airlangga Masih Ngerem

rm.id | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 07:40
Soal Capres Airlangga Masih Ngerem

Perlahan tapi pasti, popularitas Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto terus naik. Bahkan di survei Capres Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), popularitas Airlangga naik tajam. Meski begitu, Airlangga masih ngerem bicara soal capres.

Sikap ngerem Airlangga terlihat ketika ditanya wartawan soal kabar dirinya digadang-gadang bakal berpasangan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal ini seiring dengan kemunculan keduanya di acara Yaqowiyu Ki Ageng Giring yang digelar di Klaten beberapa waktu yang lalu.

Kedekatan keduanya jadi bahan perbincangan soal Pilpres. Apalagi Ganjar kerap unggul di sejumlah lembaga survei.

Mendapat pertanyaan soal itu, Menko Perekonomian ini justru balik bertanya ketika dikonfirmasi kemungkinannya berduet dengan Ganjar di Pilpres 2024.

Pertanyaannya cuma satu. Seng nyebut itu (Airlangga akan berpasangan dengan Ganjar) sopo? kata Airlangga saat berkunjung di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, kemarin.

Bagaimana sikap Golkar? Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin mengaku Golkar belum mau terburu-buru menentukan pasangan buat Ketumnya buat nyapres di Pilpres 2024 mendatang. Ketemuan dengan Ganjar itu, sebutnya, masih dalam tataran silaturahmi politik. Seperti juga dilakukan dengan tokoh-tokoh lain.

Belum waktunya ngomongin pasang-pasangan. Masih prematur, kata Nurul, kepada Rakyat Merdeka , tadi malam.

Nurul juga hanya tersenyum, ketika ditanya opsi pasangan lain. Yaitu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil yang sudah secara terbuka bersedia maju dalam kontestasi Pilpres mendatang.

Sebelum bertemu Ganjar, Airlangga juga diketahui gencar melakukan silaturahmi politik baik formal maupun informal dengan sejumlah tokoh lainnya.

Seperti dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Kang Emil, Gubernur DKI Jakarta, Ketum PPP, Suharso Monoarfa, hingga Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Tapi yang jelas, lanjut Nurul, Golkar masih tetap menjagokan Airlangga untuk maju di Pilpres mendatang. Sebagaimana diputuskan Munas dan Rapimnas. Belum berubah. Apalagi, setelah melihat meroketnya popularitas bos Partai Beringin, sebagaimana dirilis SMRC belum lama ini.

Seperti diketahui, popularitas Airlangga naik menjadi 35 persen di bulan September, dari sebelumnya cuma 28 persen di bulan Mei lalu. Partai yang dipimpinnya juga menunjukkan tren kenaikan elektabilitas, dari 8,4 persen pada Maret 2020 menjadi 11,3 persenpada September 2021.

Namun, elektabilitas Airlangga masih kecil. Masih di angka 0,3 persen. Jauh di bawah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 18,1 persen. Disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 15,8 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11,1 persen.

Semua hasil survey kami cermati sebagai masukan untuk melakukan program-program yang produktif, tandas Nurul.

Terkait masih ngeremnya Airlangga bicara Capres, Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mencoba menganalisisnya. Menurut dia, Airlangga masih ingin terus berkomunikasi dengan semua parpol dan tokoh-tokoh.

Apalagi Golkar juga sudah lama tidak menang Pilpres, makanya itu Pak Airlangga ngerem-ngerem bicara ke media, ujarnya.

Sementara, Peneliti senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai, Airlangga memiliki keunggulan untuk lebih mengedepankan kualitas personalnya. Sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga jadi tokoh sentral dalam pemulihan ekonomi, kesehatan, dan akselerasi pembangunan di masa-masa sulit.

Airlangga jadi magnet buat kelompok religius dan nasionalis, tukasnya. [SAR]

Artikel Asli