Taklukkan Corona Keren, RI Juara 1 Di Asia Tenggara

rm.id | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 07:30
Taklukkan Corona Keren, RI Juara 1 Di Asia Tenggara

Pujian dunia internasional kepada Indonesia dalam pengendalian Corona di tanah air, terus bertambah. Kali ini, Indonesia dinobatkan juara I di Asia Tenggara yang berhasil taklukkan Corona. Keren...

Adalah lembaga Nikkei COVID-19 Recovery Index, alias lembaga survei Indeks Pemulihan COVID-19 Nikkei yang menempatkan Indonesia di posisi teratas se-Asia Tenggara (ASEAN) dalam pemulihan Corona. Ini merupakan data terbaru yang dikeluarkan Nikkei pada Rabu 6 Oktober lalu, sejak dibentuk pada Juli 2020 lalu.

Indikator penilaian Nikkei terdapat pada negara dan wilayah dalam manajemen infeksi Corona, peluncuran vaksin Corona, dan mobilitas sosial. Semakin tinggi peringkatnya, semakin dekat suatu tempat dalam proses pemulihan. Itu dilihat dari tingkat infeksi yang rendah, tingkat inokulasi yang lebih tinggi, dan langkah-langkah jarak sosial yang longgar.

Dalam laporan terbaru Nikkei, beberapa negara ASEAN juga memperbaiki peringkatnya, dengan penurunan kasus dan vaksinasi yang berkembang pesat. Selain Indonesia, Malaysia naik ke peringkat 102 dari peringkat 115.

Namun, dua tempat terakhir masih ditempati oleh negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa ASEAN, yakni Filipina dan Laos. Sedangkan Vietnam berada di urutan keempat dari bawah.

Sejauh ini, data penularan kasus Corona di Indonesia paling baik di antara negara ASEAN. Di saat empat negara ASEAN seperti Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Malaysia terus mengalami lonjakan kasus, justru Indonesia konsisten menunjukkan tren yang menurun.

Per Jumat, 8 Oktober, infeksi harian Corona di Tanah Air hanya ada 1.384 kasus, menjadi total 4.225.871 kasus. Angka ini jauh lebih rendah dibanding 15 Juli lalu yang mencapai 56.757 kasus. Indonesia bahkan sempat menjadi negara dengan kasus harian Corona tertinggi di kawasan.

Sementara Singapura terus menghadapi lonjakan kasus signifikan meski lebih dari 83 persen penduduknya telah divaksinasi penuh. Menurut statistik John Hopkins University, infeksi harian Corona di negeri Lion bahkan tembus 3.483 kasus, pada Kamis (7/10). Jumlah itu menjadikan total infeksi di Singapura menjadi 116.864 kasus dengan 136 kematian. Bahkan, dalam sepekan terakhir, rata-rata kasus harian Corona Singapura mencapai 2.906 kasus.

Brunei Darussalam turut mengalami lonjakan kasus harian pandemi. Masih merujuk data John Hopkins University, Kamis 7 Oktober lalu, kasus harian Corona di Brunei bertambah 112 kasus. Padahal, sejak awal pandemi, kasus harian di Brunei tak pernah lebih dari 100 per harinya. Terlebih, Senin 4 Oktober, tetangga Pulau Kalimantan itu mengalami lonjakan infeksi harian Corona secara drastis hingga 578 kasus.

Padahal, negara dengan 442.776 penduduk itu sempat dinilai menjadi salah satu yang berhasil mengendalikan pandemi. Sebab sempat mempertahankan nol kasus virus Corona selama beberapa waktu.

Penularan di Thailand paling ganas. Rabu 6 Oktober lalu, jumlah kasus harian Negeri Gajah Putih itu menjadi yang tertinggi di ASEAN. Tembus 21.066 kasus. Padahal, lima hari sebelumnya Thailand mencatat infeksi harian Covid-19 cuma 9-11 ribu kasus berturut-turut.

Malaysia juga mengalami lonjakan infeksi virus Corona dalam beberapa hari terakhir. Menurut data Worldometer , Negeri Jiran mencatat infeksi Covid-19 harian sebanyak 9.890 kasus pada Kamis 7 Oktober lalu. Jumlah kematian di Malaysia akibat infeksi Covid juga bertambah 132 orang.

Lonjakan kasus ini cukup memprihatinkan pemerintah Malaysia. Bahkan, politikus Malaysia juga pernah membandingkan penanganan Covid-19 di Indonesia pada awal September, ketika angka kasus positif harian Malaysia berkisar di angka belasan ribu.

Sebelum Nikkei, Indonesia sudah lebih dulu mendapat pujian dari dunia internasional. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga ikut memberikan pujian atas keberhasilan Indonesia itu. Selain WHO, John Hopkins University yang terletak di Amerika Serikat itu, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terbaik dalam menangani kasus Covid karena berhasil menurunkan kasus sebesar 58 persen hanya dalam waktu dua pekan.

Tak hanya masalah Corona, Indonesia juga mendapat penilaian terbaik se-ASEAN dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Hal itu dikemukakan lembaga pengolahan data analytics, data dan advertising (ADA). Pada temuan ADA per September 2021, Indonesia dan Kamboja hampir 90 persen beranjak pulih sejak titik terendahnya pada Agustus akibat varian Delta.

Khusus di Indonesia, mobilitas di Pulau Jawa lebih cepat pulih dibandingkan dengan pulau-pulau lain. Pengunjung di gerai makanan dan minuman juga telah naik ke 110 persen dari tingkat sebelum Covid. Kendati pengunjung pusat perbelanjaan telah pulih sepenuhnya, ada penurunan penggunaan aplikasi bisnis dan produktivitas hingga 60 persen dari tingkat sebelum Covid. Di samping itu, penggunaan aplikasi kebugaran mengalami peningkatan hingga 140 persen.

Menanggapi itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan prestasi ini perlu dipertahankan. Sehingga pemulihan ekonomi nasional dapat tercapai lebih cepat.

Hal ini juga akan berkontribusi pada perekonomian dunia karena Indonesia anggota G-20, sebut Wiku kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Prestasi ini dia bilang berkat kerjasama pemerintah dan masyarakat. Masyarakat patuh mengikuti kebijakan pemerintah yang melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, vaksinasi, 3T dan selalu mengkampanyekan kedisiplinan protokol kesehatan.

Dengan perbaikan secara bertahap kondisi tiap daerah menjadi level yang lebih baik, maka kegiatan produktif makin bisa dilaksanakan tanpa menimbulkan lonjakan kasus, jelasnya.

Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo menilai wajar, bila Indonesia saat ini terbaik dalam penanganan Corona dibanding negara lain di Asia Tenggara. Keren, patut diapresiasi. Tapi tetap harus waspada, ucap Windhu, mengingatkan.

Senada diutarakan epidemiolog Masdalina Pane. Dia berharap target pemerintah selanjutnya adalah menuju transmisi klaster dan sporadik sampai pada 0 kasus dalam 28 hari. Tentu kita sangat apresiasi pencapaian kita dalam berapa pekan terakhir. Tapi perlu diwaspadai juga pasca PON Papua XX ya, tukas dia. [UMM]

Artikel Asli