Capaian Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul Makin Baik

republika | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 07:04
Capaian Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul Makin Baik

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Yogyakarta, menyebut capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah semakin baik. Sehingga, vaksinasi dosis kedua pun dikebut.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan, vaksinasi ini dikebut dengan dimasifkannya pelaksanaan vaksinasi. Terutama vaksinasi bagi peserta didik umur 12-18 tahun, seperti yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Tepus.

"Terima kasih atas peran dan dukungan seluruh pihak dalam melaksanakan vaksinasi ini. Kesadaran pelajar yang semakin baik ini patut diapresiasi," kata Sunaryanta dalam keterangan resminya yang diterima Republika.co.id , Sabtu (9/10).

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY, capaian vaksinasi secara keseluruhan sudah mencapai 85,25 persen untuk dosis pertama. Sedangkan, capaian vaksinasi dosis kedua sudah di angka 54,86 persen.

"Sasaran vaksinasi di seluruh kabupaten/kota se-DIY sebanyak 2.879.699 orang," kata Kepala Bagian Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji.

Sementara itu, capaian vaksinasi tertinggi di DIY yakni di Kota Yogyakarta yang sudah di atas 100 persen. Disusul dengan Kabupaten Sleman dengan capaian vaksinasi yang sudah mencapai 79,67 persen.

Di Kabupaten Kulon Progo, capaian vaksinasi sebesar 75,67 persen. Sedangkan, capaian vaksinasi di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul sebesar 68,68 persen dan 68,02 persen.

Seperti diketahui, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi tidak hanya diselesaikan hingga pukul 12.00 WIB. Hal ini disampaikan mengingat capaian vaksinasi di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul baru di atas 60 persen.

"Kalau jam 12.00 WIB bubar ya tidak akan selesai-selesai, mestinya kalau mau mengejar (percepatan vaksinasi) paling tidak dari pagi sampai jam 16.00 WIB atau 17.00 WIB sore baru selesai," kata Sultan.

Menurutnya, konsolidasi antar pihak terkait seperti pemerintah, TNI/Polri dan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) harus dilakukan dalam rangka percepatan vaksinasi. Konsolidasi ini, katanya, merupakan wewenang dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

"(Pelaksanaan vaksinasi) jangan model sarapan pagi, makan siang, dan makan malam, (kalau sesuai) jam kerja ya repot. Itu (konsolidasi) wewenang ada pada kepala daerah setempat, kita hanya memfasilitasi untuk vaksinnya," ujarnya.

Menurutnya, meningkatkan sasaran vaksinasi per harinya juga perlu dilakukan. Sebab, level PPKM di DIY belum turun walaupun secara keseluruhan capaian vaksinasi sudah di atas 80 persen.

Saat ini, level PPKM di DIY masih level 3 karena capaian vaksinasi yang masih rendah di Bantul dan Gunungkidul. "Jadi setiap hari sebetulnya bisa saja, itu tergantung cara mengkonsolidasikan potensinya saja. Karena menurut pendapat saya, masalah vaksin tidak ada masalah, jadi bagaimana melipatgandakan itu saja yang penting," jelas Sultan.

Artikel Asli