Kemenkes Klaim Data Aman Netizen Pro-Kontra Integrasi PeduliLindungi Ke Aplikasi Lain

rm.id | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 06:30
Kemenkes Klaim Data Aman Netizen Pro-Kontra Integrasi PeduliLindungi Ke Aplikasi Lain

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan, integrasi PeduliLindungi dengan sejumlah aplikasi mitra akan patuh pada prinsip-prinsip perlindungan data pribadi. Data pengguna hanya disimpan di aplikasi PeduliLindungi .

Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, Setiaji mengatakan, data yang diakses platform digital mitra PeduliLindungi sudah terenkripsi dan sudah dalam bentuk token. Sehingga, data hanya bisa dibaca oleh sistem kedua belah pihak; PeduliLindungi dan pemilik data.

Data juga tidak disimpan di aplikasi mitra. Hal ini sudah tertuang dalam perjanjian dengan platform digital, ungkapnya.

Setiaji menegaskan, data yang bisa diakses aplikasi mitra hanyalah status kesehatan pengguna yang digunakan untuk bisa memasuki sebuah lokasi. Sedangkan data lokasi dan data pribadi lainnya hanya berada di bawah pengawasan keamanan data PeduliLindungi .

Rincian penggunaan data sudah ada di term and conditions dengan masing-masing aplikasi mitra. Sudah jelas di sana, katanya.

Diinformasikan, integrasi dengan aplikasi dan 35 mitra berawal dari meluasnya implementasi penggunaan PeduliLindungi . Tidak hanya berlaku di industri, transportasi, pariwisata, PeduliLindungi bahkan tengah uji coba untuk digunakan di lingkungan sekolah.

Pemerintah melihat pemanfaatan PeduliLindungi akan semakin luas apabila menggandeng pihak ketiga. Saat ini, PeduliLindungi sudah tersedia di 15 mitra. Sedangkan 35 mitra lainnya secara bertahap akan rampung diimplementasikan pada akhir Oktober 2021.

Anggota Komisi IDPR dari Fraksi PKS Sukamta mengatakan, Pemerintah harus belajar dari pengalaman bocornya data aplikasi E-Hac. Pemerintah wajib menjamin keamanan pengguna PeduliLindungi .

Namun Pengamat Teknologi Informasi dan Media Sosial, Kun Arief Cahyantoro mengatakan, integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi swasta justru merepotkan dan bisa memberikan efek buruk. Akan berefek negatif terhadap aplikasi swasta yang diintegrasikan ke aplikasi tersebut, ujarnya.

Kun menyebut, aplikasi PeduliLindungi saat ini memiliki status tidak aman, tidak andal, dan tidak terpercaya. Penerapan aplikasi tersebut, kata dia, hanya menekankan pada perlindungan dan keamanan pembangun aplikasi dan lembaga penggunanya. Bukan perlindungan dan keamanan pengguna langsung, jelas dia.

Selain itu, syarat dan ketentuan yang tertulis pada laman PeduliLindungi menunjukkan beberapa keanehan. Di antaranya poin 3a dan 3b yang berisi tentang Pemerintah Republik Indonesia bersama Telkom tidak bertanggung jawab dan tidak memberikan jaminan atas kerugian atau kesalahan yang terjadi pada aplikasi PeduliLindungi .

Kemudian pada poin 7 menjelaskan tentang PeduliLindungi tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun termasuk kelalaian pengguna. Lewat poin-poin tersebut dijelaskan, Pemerintah dan Telkom tidak memiliki kewajiban atas layanan aplikasi PeduliLindungi dan kesalahan atau kerugian hanya ada dari sisi pengguna, ujarnya.

Netizen pun mengungkap kekhawatirannya terhadap perlindungan data pengguna PeduliLindungi yang terintegrasi dengan aplikasi mitra. Apalagi, Pemerintah punya riwayat lemah dalam melindungi data pribadi.

Akun @johanadhi mengaku takut data pribadinya diperjualbelikan. Keraguan juga dilontarkan @jiyeonshine . Dia mempertanyakan keamanan data pribadi yang diintegrasikan dengan Tokopedia, Shopee juga Gojek dan lain-lain. Data kita aman nggak sih kalau kaya gini, tanya @jiyeonshine .

Enggak kaget kalau tetiba Grab atau Shopee bisa dapat data PeduliLindungi , sambung @soundBroKen .

Punten, sebuah saran. Mending jangan dulu integrasiin PeduliLindungi di aplikasi lain. Aplikasi sendiri saja bocor, apalagi yang ada integrasi, kata @kirainmaba .

Akun @MAliMuhammad3 meminta Pemerintah memperketat pengawasan terhadap aplikasi mitra yang terintegrasi pada PeduliLindungi . Kata dia, perlu kewaspadaan terhadap kemungkinan ada aplikasi negatif yang ikut nyelonong dalam integrasi. Pastinya merugikan masyarakat, katanya.

Akun @callmehunter12 mengusulkan adanya lembaga independen untuk mengawasi integrasi aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi mitra. Dia bilang, keraguannya terhadap pengawasan yang dilakukan Pemerintah cukup tinggi. Kan sudah banyak sekali kebocoran data saat diawasi Pemerintah, tuturnya. [ASI]

Artikel Asli