Menko Marves Ditunjuk Urus Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kok Luhut Lagi? Ternyata Oh Ternyata...

wartaekonomi | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 04:30
Menko Marves Ditunjuk Urus Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kok Luhut Lagi? Ternyata Oh Ternyata...

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi. Kali ini, dia ditunjuk urus kereta cepat Jakarta-Bandung. Luhut lagi, Luhut lagi, yang lain pada ke mana ya.

Penunjukan Luhut tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung. Pada Pasal 3A di Perpres baru diatur soal pembentukan Komite Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung yang dipimpin Luhut.

Komite ini beranggotakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Adapun tugas komite tersebut adalah menyepakati dan/atau menetapkan langkah yang perlu diambil. Tujuannya untuk mengatasi bagian kewajiban perusahaan patungan dalam hal terjadi masalah kenaikan dan perubahan biaya ( cost overrun ) proyek tersebut.

Tugas baru ini menambah daftar panjang tugas yang dipikul Luhut.

Sebelumnya, Luhut mendapat tugas jadi Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan Danau Nasional, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Kemudian, pensiunan jenderal itu ditugasi jadi Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Belum lagi, jabatannya sebagai Menteri sementara. Misalnya, pada 2016, Luhut pernah jadi Menteri ESDM sementara menggantikan Arcandra Tahar yang diberhentikan karena masalah kewarganegaraan. Luhut juga ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan sementara saat Budi Karya Sumadi dirawat di RS karena Corona pada 2020.

Terakhir, Luhut ditunjuk menjabat sementara Menteri Kelautan dan Perikanan setelah Edhy Prabowo mundur karena terlibat kasus korupsi ekspor benih lobster.

Luhut sendiri belum bicara soal penambahan tugas baru tersebut.

Lalu, apa alasan Istana pilih Luhut urus kereta cepat Jakarta-Bandung? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyebut, penempatan Luhut di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak ada yang keliru. Karena memang bidangnya.

Kementerian Pak Luhut kan membawahi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Investasi atau BKPM, tandas Ali saat dihubungi Rakyat Merdeka , kemarin.

Selain itu, dia menjelaskan kualitas Luhut ketika memegang program. Amanah yang diperintahkan Jokowi ke Luhut selalu selesai dengan hasil gemilang. Tidak ada yang pernah gagal. Karena Luhut sangat terbuka menerima tamu yang membawa masalah.

Cara penanganan masalah yang tidak pernah berbelitp-belit. Langsung to the point . Semua orang yang datang bawa masalah ke Pak Luhut itu pulang dengan senyum, tegas politisi Golkar itu.

Kendati demikian, dia membantah bila ada yang menilai pembantu Jokowi yang lain tidak bisa diandalkan. Dia bilang, mantan Wali Kota Solo itu menghendaki kerja cepat, tepat dan berkualitas. Semua ini ada di Luhut. Presiden tahu posisi mana yang cocok ditempatkan pembantunya. Presiden sangat tahu itu, ujarnya.

Bagaimana penilaian DPR? Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan mengaku tidak ada yang meragukan kualitas Luhut. Makanya dia sangat diandalkan Jokowi. Itu menandakan Pak Luhut sangat diandalkan tapi kalau kebanyakan apa tidak malah buat macet semuanya, cetus politisi PKB itu kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron menganggap penunjukan Luhut semakin membuktikan Jokowi hanya percaya satu orang. Padahal, hal ini berpotensi mengganggu tugas lain yang diemban mantan Dubes Indonesia untuk Singapura itu. Saya ingatkan agar tidak overload , sehingga pada akhirnya penugasan tersebut tidak optimal, tandas politisi Partai Demokrat itu.

Sementara, pengamat kebijakan publik, Agus Pembagio menyebut, penyelesaian proyek yang banyak tantangannya seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini memang passion Luhut. Terlepas apapun hasilnya, cuma Luhut yang bisa hadapi.

Agus menilai alasan Jokowi memilih Luhut bukan cuma soal kualitas tapi ketegasan. Mengingat latar belakang Luhut ini TNI. Luhut itu taat pada perintah Presiden, bukan orang partai. Jadi memang leluasa, pungkas d

Artikel Asli