Di Hadapan Pimpinan Forum Parlemen Negara G20, Ketua DPR Paparkan Program Ketahanan Pangan RI

inewsid | Nasional | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 00:48
Di Hadapan Pimpinan Forum Parlemen Negara G20, Ketua DPR Paparkan Program Ketahanan Pangan RI

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR Puan Maharani berbicara soal keberlanjutan dan ketahanan pangan setelah pandemi Covid-19 di Seventh Group of 20 (G20) Parliamentary Speakers Summit (P20) di Italia. Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan program-program ketahanan pangan Indonesia di hadapan pimpinan parlemen negara-negara anggota G20.

Untuk mengatasi permasalahan ketahanan pangan, kita perlu langkah strategi. Pertama, mendorong sistem pangan global yang berkelanjutan, inklusif dan tangguh, kata Puan di Gedung Senat Italia, Palazzo Madama di Roma, Sabtu (9/10/2021).

Dia mengatakan diperlukan kerangka global yang mencakup stabilitas harga pangan, perdagangan produk pangan, cadangan produk pangan strategis, serta dampak perubahan iklim terhadap produksi. Sistem ini, kata Puan, harus berisi deteksi dini potensi terjadinya kelaparan, malnutrisi, dan sistem database informasi pasar.

Pandemi telah mengakibatkan krisis multidimensi yang mempengaruhi kita semua tanpa terkecuali. Laporan FAO memperlihatkan realitas suram karena diperkirakan setidaknya 720810 juta orang kelaparan tahun 2020, meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata mantan Menko PMK itu.

Dalam diskusi bertajuk Sustainability and Food Security After the Pandemic itu, Puan mengatakan pandemi Covid-19 juga memperburuk malnutrisi dan peningkatan jumlah stunting. Padahal menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi.

Ketahanan pangan harus dapat memenuhi kebutuhan people, planet, and prosperity, ucap Puan.

Bagi manusia, ketahanan pangan bisa dilakukan dengan membantu mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Sementara bagi planet Bumi, sebut Puan, ketahanan pangan dapat berupa produksi dan konsumsi produk pertanian yang ramah lingkungan.

Bagi kesejahteraan (prosperity), dengan meningkatkan kesejahteraan petani, terutama petani miskin, ucapnya.

Untuk mendukung ketahanan pangan usai pandemi Covid-19, Puan juga menekankan pentingnya memastikan perdagangan pangan dan komoditas pertanian yang terbuka, adil, transparan, dan non-diskriminatif. Dia mengatakan, perdagangan komoditas pangan sangat penting untuk menjamin supply chain produk pertanian, dan akses pangan bagi masyarakat miskin.

Kemudian juga diperlukan dukungan finansial dan teknis untuk peningkatan produksi dan distribusi di negara berkembang. Pandemi memberi pelajaran berharga untuk negara menjamin ketersediaan penyediaan produk kesehatan dan makanan dasar, papar Puan.

Di hadapan para pimpinan parlemen negara G20 itu, Puan kemudian mengungkap berbagai program ketahanan pangan Indonesia. Dia mengatakan, Indonesia terus berupaya mewujudkan ketersediaan pangan yang bernutrisi sekaligus memastikan kehidupan yang layak bagi rakyat.

Untuk mendukung upaya tersebut, Indonesia telah memiliki legislasi yang komprehensif seperti UU Pangan. Hal ini ditindaklanjuti tahun ini dengan pembentukan Badan Pangan Nasional untuk menangani berbagai permasalahan di sektor pangan, urai Puan.

Selain berbicara di hadapan forum P20, hari ini Puan juga mengadakan pertemuan dengan President Chamber of Deputies Italia, Roberto Fico. Ada beberapa yang dibicarakan dalam pertemuan itu, termasuk penekanan pentingnya meningkatkan hubungan bilateral, perdagangan, serta melalui peningkatan hubungan antara private sectors.

Artikel Asli