Polres Indramayu Tetapkan Tujuh Tersangka Bentrokan Petani dan Ormas

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 16:52
Polres Indramayu Tetapkan Tujuh Tersangka Bentrokan Petani dan Ormas

JawaPos.com Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, menetapkan tujuh orang sebagai tersangka bentrokan berdarah. Salah satu tersangka merupakan ketua ormas F-Kamis. Bentrokan itu mengakibatkan dua orang petani meninggal dunia.

Kita sudah tetapkan tujuh orang sebagai tersangka atas meninggalnya dua petani saat bentrokan, kata Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif seperti dilansir dari Antara di Indramayu, Rabu (6/10).

Lukman mengatakan ketujuh tersangka tersebut semuanya adalah anggota Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis), berikut ketuanya bernama Taryadi. Penetapan tujuh tersangka tersebut, setelah polisi memeriksa 26 orang saksi, baik dari pihak korban, F-Kamis, dan juga PG Jatitujuh.

Penetapan tersangka ini setelah kita memeriksa sebanyak 26 saksi, ujar Lukman Syarif.

Tujuh tersangka tersebut yaitu Taryadi, ERYT, DRYN (pengurus F-Kamis). Selain itu, polisi juga menetapkan SBG dan SWY (anggota F-Kamis).

Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pengejaran, namun kita sudah mengetahui nama keduanya, terang Lukman Syarif.

Polres Indramayu membeberkan peran tujuh orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bentrokan menewaskan dua petani pada Senin (4/10). Lukman mengatakan, peran dari Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) Taryadi serta pengurus, yaitu menggerakkan, menghasut para petani untuk melawan para petani lain yang bermitra dengan PG Jatitujuh.

Selain memprovokasi petani yang bentrok, F-Kamis, menurut Lukman, juga berperan dalam provokasi terhadap kepolisian. Ketua F-KAMIS ini perannya menggerakkan, menghasut dan melawan petani yang menggarap, papar Lukman.

Selain itu, dari tujuh orang tersangka juga terdapat pelaku utama yang melakukan pembacokan kepada petani penggarap sehingga meninggal dunia. Dari tujuh tersangka, juga ada yang merupakan pelaku utama, tutur Lukman.

Saat ini, Lukman menambahkan, pihaknya masih melakukan pengejaran kepada dua tersangka yang saat ini masih dinyatakan buron. Kami sedang melaksanakan pengejaran. Dua orang masih DPO, terang Lukman.

Artikel Asli