Ducati Butuh Team Order untuk Bantu Bagnaia di San Marino

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:38
Ducati Butuh Team Order untuk Bantu Bagnaia di San Marino

JawaPos.com Tidak ada kata yang patut diucapkan Francesco Bagnaia kepada rekan setimnya di Ducati Jack Miller kecuali terima kasih banyak.

Pada GP Amerika Serikat (AS) Senin dinihari (4/10) Miller memberikan jalan kepada Bagnaia di lap ke-13 agar dia bisa melaju lebih mudah di tempat keempat.

Pemandangan seperti ini tidak pernah terlihat dalam balapan MotoGP sebelumnya. Setidaknya tidak secara terang-terangan seperti yang dilakukan Miller.

Karena team order lebih sering terjadi di ajang Formula 1 ketimbang MotoGP.

Berkat bantuan tersebut, Bagnaia mampu finis di podium ketiga pada GP AS.

Hasil yang disebutnya sangat maksimal mengingat begitu sulitnya balapan di Austin tersebut.

Aku berupaya mengatur ritme balapku di awal balapan. Kemudian aku melihat rider seperti Marc (Marquez) dan Fabio (Quartararo) sangat cepat, ucap Bagnaia dilansir Speedcafe .

Sedangkan, beberapa rider lain terlalu menggeber motornya sehingga menyiksa ban belakang mereka, tambahnya.

Kemudian aku bisa memperbaiki pace -ku 2 menit 5 detik bawah lalu 2 menit 4 detik atas. Jadi aku tidak secepat Marc dan Fabio, tapi cukup cepat, terusnya.

Aku kemudian melihat ada peluang podium, juga berkat bantuan Jack yang membiarkanku melewatinya, ucapnya.

Dia memang agak kesulitan (dengan ban) dan dia melakukan kerja tim yang luar biasa, ujarnya.

Pada lap ke-13 itu, Miller memberikan gestur dengan tangan kirinya agar Bagnaia melewatinya. Saat itu Miller berada di posisi keempat dan Bagnaia kelima.

Setelah itu, ada rider Ducati lain yang berada di posisi ketiga. Yakni rookie Pramac Ducati Jorge Martin.

Memang tak seperti Miller, Martin mencoba mempertahankan posisinya untuk memperebutkan posisi terakhir.

Namun, kesalahan di tikungan ke-4 membuatnya tak mampu menguasai motor. Dia terpaksa memotong jalur di tikungan 4 dan 5 yang membuatnya dijatuhi penalty long lap .

Martin mengakui, jika tak terkena penalti tersebut dia akan tetap mempertahankan posisinya.

Namun setelah melakoni hukumannya, rider Spanyol tersebut mengaku tak lagi ingin memburu Bagnaia.

Sebenarnya aku masih punya kecepatan untuk mengejar Pecco setelah penalty long lap itu. Tapi aku memutuskan untuk tidak melakukannya, akunya.

Karena dia (Bagnaia) sedang bertarung untuk perebutan gelar juara dunia. Sangat berisiko jika aku memaksakan berduel dengannya, tandasnya.

Bagnaia memang satu-satunya rider MotoGP yang masih berpeluang bersaing memperebutkan gelar juara dunia dengan Fabio Quartararo (Yamaha).

Walaupun, jarak poinnya sudah terbentang 52 angka. Quartararo bisa menyegel gelar juara dunia di GP San Marino edisi kedua 24 Oktober nanti.

Syaratnya , dia harus mempertahankan keunggulan minimal 50 poin setelah balapan di Sirkuit Misano tersebut.

Sedangkan, Ducati bisa menunda pesta Yamaha tersebut dengan merancang team order untuk mengganggu Quartararo.

Ducati punya modal besar untuk itu. Mereka punya enam motor di grid MotoGP. Dan semuanya bisa mampu diandalkan di San Marino.

Mereka adalah, masing-masing dua rider di tim utama, Pramac, dan Avintia.

Jika mampu memaksimalkan potensi itu, dengan memberikan upgrade parts untuk masing-masing pembalap misalnya, Ducati punya peluang menunda pesta Quartararo.

Apalagi di kubu Yamaha, selain Quartararo, semua rider penunggang YZR-M1 belum mampu tampil bagus. Mereka adalah Franco Morbidelli yang baru pulih dari cedera.

Kemudian Andrea Dovizioso yang masih butuh adaptasi dengan motor barunya. Dan, Valentino Rossi yang kini langganan di papan bawah.

Artikel Asli