Chiellini Malu Rasialisme Kembali Terjadi di Italia

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:35
Chiellini Malu Rasialisme Kembali Terjadi di Italia

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Kasus pelecehan rasialis kembali terjadi di Italia. Kali ini tiga penggawa Napoli menjadi korban.

Para pemain tersebut antara lain, Kalidou Koulibaly, Victor Osimhenm, dan Andre-Frank Anguissa. Mereka membela Partenopei saat berkunjung ke markas Fiorentina, beberapa hari lalu. Pada suatu momen, penggemar tuan rumah melakukan tindakan tak terpuji terhadap Koulibaly dan rekan-rekan yang sedang menuju kamar ganti Stadion Artemio Franchi.

Terkait hal tersebut, kapten tim nasional Italia, Giorgio Chiellini angkat bicara. Ia kecewa melihat kenyataan itu. Sebuah citra negatif dari negerinya.

"Sebagai orang Italia, sebagai orang Tuscan, saya malu. Di Eropa, orang berbicara tentang Italia sebagai negara rasialis, dan saya rasa itu tidak perlu," kata Chiellini, dikutip dari Daily Mail , Rabu (6/10).

Ssok yang juga bek tengah Juventus ini mendorong semua pihak agar berbuat lebih. Jika tak ada perubahan, stigma buruk tentang negeri piza akan selalu terdengar. Secara khusus ia berharap ada ketegasan dalam bentuk hukuman. "Itu yang paling penting," ujar Chiellini.

Beralih ke situasi di lapangan. Gli Azzurri akan melanjutkan petualangan di UEFA Nations League. Skuat polesan Roberto Mancini berada di semifinal ajang tersebut.

Para gladiator negeri piza berhadapan dengan Spanyol. Kali ini Italia mendapat keuntungan, lantaran berstatus tuan rumah. Tepatnya di Stadion San Siro, Milan, Kamis (7/10) dini hari WIB.

Laga ini merupakan ulangan babak empat besar Piala Eropa 2020. Sebelumnya duel kedua tim di Wembley, London, berkesudahan imbang 1-1, selama 120 menit. Pada sesi adu penalti, Gli Azzurri menjadi pemenang.

Pasukan Mancini memiliki modal positif jelang duel semifinal ini. Lorenzo Insigne dan rekan-rekan tak terkalahkan di 37 pertandingan beruntun. Pelatih Spanyol, Luis Enrique menilai catatan tersebut, cepat atau lambat, akan terhenti.

"Dia benar, tapi kami berharap kami tetap tak terkalahkan hingga Desember 2022," ujar Mancini.

Artikel Asli