Titik Api Kebakaran Gudang Ekspedisi dari Gudang Plastik

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:22
Titik Api Kebakaran Gudang Ekspedisi dari Gudang Plastik

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kebakaran yang melanda gudang ekspedisi Shopee di Jalan Kapuk Kayu Besar, Penjaringan, Jakarta Utara, akibat titik api yang berasal dari gudang plastik milik PT. Sinarmas. Kepastian ini disampaikan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta

"Menurut informasi yang ada dari petugas labkar dan karyawan gudang di TKP (Tempat Kejadian Perkara) terbakar, titik awal itu ada pada Gudang Plastik PT. Sinarmas," ucap Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Mulat Wijayanto kepada awak media, Rabu (6/10).

Mulat mengatakan, api yang muncul dari gudang plastik itu merambat ke gudang ekspedisi Shopee Express yang ada dekat gudang plastik. Praktis gudang ekspedisi yang posisinya berdekatan itu langsung dilalap si jago merah.

Mulat mengatakan, dugaan sementara api itu muncul karena adanya korsleting listrik pada area panel. "Terjadi perambatan ke Gudang Shopee Express yang posisinya dekat dengan gudang yang terbakar. Informasi yang di dapat dari Bapak Yitno selaku Kepala Gudang PT. Sinarmas. Kebakaran awal diduga karena adanya korsleting listrik pada area panel," katanya.

Kemudian, Mulat mengatakan, beberapa karyawan gudang berupaya memadamkan dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Setidaknya, ada 27 Tabung APAR yang digunakan untuk memadamkan api tersebut.

Namun, api tidak juga bisa padam, justru semakin membesar dan tidak dapat dikendalikan. "Pihak gudang segera menghubungi petugas damkar untuk perbantuan pemadaman. Saat awal terbakar diketahui karyawan gudang sedang dalam persiapan produksi," tutur Mulat.

Sebelumnya, Mulat menjelaskan, kebakaran terjadi pada Rabu sekitar pukul 08.43 WIB. Setelah mendapatkan laporan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta langsung mengerahkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Awalnya, dinas hanya mengirim lima unit yang dikerahkan, kemudian ditambah hingga total jadi 21 unit mobil pemadam. "Pengerahan akhir 21 unit," kata Mulat.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.58 WIB api telah dapat dikendalikan dan dilakukan proses pendinginan. Total ada 105 personel yang diterjunkan. Untuk jumlah kerugian dan penyebab kebakaran masih misteri. Kata Mulat, sejauh ini didapati tidak ada korban jiwa. "Untuk penyebab kebakaran masih didalami," ucap Mulat.

Artikel Asli