Begini Kiat Wisudawati ITS Terbaik dengan IPK Nyaris Sempurna

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:24
Begini Kiat Wisudawati ITS Terbaik dengan IPK Nyaris Sempurna

JawaPos.com- Jennifer Patricia berhasil menyabet prestasi sebagai wisudawati terbaik program sarjana pada wisuda ke-124 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mahasiswa departemen statistika fakultas sains dan analitika data (FSAD) itu lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,95.

Jennifer menyatakan, mendapatkan IPK nyaris sempurna memang menjadi targetnya sejak masuk kuliah. Karena itulah, sejak awal semester, fokus terhadap akademik adalah yang utama. Kalau hasilnya kurang sesuai dengan ekspektasi, setidaknya saya sudah berusaha maksimal, katanya.

Selama duduk di bangku kuliah, Jennifer juga aktif di kampus. Banyak pengalaman yang diperoleh sebagai asisten dosen laboratorium komputasi departemen aktuaria selama 20182019. Selain itu, dia aktif magang di bidang operasional pada 2019 dan bidang special project Grab Indonesia pada 2020. Dan, Jennifer menjadi associate product manager Pinhome sejak 2020 hingga sekarang.

Saya juga pernah mendapatkan kesempatan beasiswa Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development (SEED), ungkapnya.

Jennifer pun mengikuti pertukaran mahasiswa di Kanada selama satu semester. Dia juga berhasil menjadi salah seorang penerima beasiswa unggulan Bank Indonesia pada 20202021. Itulah bukti bahwa kerja keras selama proses belajar membuahkan hasil terbaik. Selama kuliah, saya juga aktif di kampus. Saya juga pernah bergabung dalam kepanitian Petrolida dan ITS EXPO pada 2019, ujarnya.

Selain itu, Jennifer aktif menjadi bagian dari Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Surabaya dan keluarga mahasiswa katolik (KMK). Gabung dalam organisasi di lingkup yang luas dapat menambah banyak relasi, ungkapnya.

Untuk mendapatkan IPK nyaris sempurna, lanjut dia, ada beberapa hal penting yang dilakukan. Yakni, selalu memperhatikan dosen selama di kelas dan aktif bertanya kepada dosen ketika ada materi yang kurang jelas. Setiap hari harus sempat belajar lagi dan mengerjakan tugas dengan maksimal, tutur perempuan kelahiran 19 Juni 1999 tersebut.

Artikel Asli