Ada Wajah Menteri di Tangan Penyandang Cerebral Palsy

Nasional | lampung.rilis.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 14:35
Ada Wajah Menteri di Tangan Penyandang Cerebral Palsy

Pameran lukisan String Art karya anak-anak disabilitas cerebral plasy bersama Galery Mbah Surip membuat kagum pengunjung Els Coffee Roastery di Jalan Soekarno-Hata, Rabu (6/10/2021) pagi.



Sekadar informasi, Cerebral plasy atau lumpuh otak menyebabkan kelainan kongenital pada gerakan, otot, atau postur.

Dalam pameran tersebut, terpajang 31 satu wajah, di antaranya Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Makruf Amin, dan 29 menteri di kabinet Indonesia Maju.

Salah satu penyandang disabilitas yang ikut serta menunjukan karya adalah Sinta Meliana (22).


Di pojok pameran lukisan String Art itu terlihat Sinta sedang asyik menuntaskan sebuah lukisan yang ia kerjakan selama empat hari.

Perlahan tapi pasti, wanita cantik penyandang Cerebral Palsy asal kota Metro itu menyusun benang untuk mengukir sebuah wajah dari seorang menteri.

Bermodal bingkai beralas triplek dan susunan paku yang melingkar, Shinta mulai merajut benang hitam dari paku satu ke paku lainnya.

Di bawah lukisan, tertulis nama Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Wajah pendiri aplikasi Gojek itu diukir menggunakan benang hitam oleh Shinta.


Shinta bercerita, di tengah keterbatasannya, dia belajar mengingat dan menghafal nomor-nomor paku yang digunakan sebagai pengait benang, agar bisa terbentuk sebuah lukisan.

"Sudah ada tiga lukisan, ini salah satunya," kata Sinta.

Dia mengaku senang, karya miliknya diapresiasi oleh banyak orang.

Rasa senang dan haru juga dirasakan Mbah Surip, seniman Lampung yang fokus dalam bidang String Art itu.

Ia mencurahkan rasa bahagianya di depan para tamu undangan yang di antaranya Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Pandra Arsyad.

Dengan menahan tangis, ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap anak-anak didiknya yang telah berhasil menghasilkan karya luar biasa yang akhirnya dimunculkan dalam pameran ini.

"Ini bukti mereka (penyandang Cerebral plasy) mampu, mereka hebat, tidak ada yang tidak mungkin," kata dia. (*)

Artikel Asli