Legislator PDIP Prihatin dan Minta Jubir Demokrat Bercermin

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 14:29
Legislator PDIP Prihatin dan Minta Jubir Demokrat Bercermin

JawaPos.com Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Arif Wibowo mengeluhkan kepada Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra yang menyebut Megawati Soekarnoputri orang yang menggulingkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden RI.

Menurut Arif, yang dilakukan oleh Herzaky adalah menuduh tanpa adanya bukti. Sehingga baginya itu prilaku yang tidak etis dilakukan oleh seorang elite partai politik.

Kami tentu menyesalkan dan prihatin, karena itu pernyataan yang tidak berdasar, tidak etis, ujar Arif di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/10).

Anggota Komisi II DPR ini menuturkan,pergantian kekuasaan di Indonesia pasca reformasi adalah pergantian yang biasa saja. Bahkan itu sudah diatur dalam UU yang berlaku. Sehingga dia berpesan kepada Herzaky untuk berhati-hati menuduh orang.

Jadi saya mengingatkan kepada yang menyampaikan agar menghindari kenyataan yang kontroversi, atau fitnah, yang justru merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita, dan bisa memantik konflik yang tidak perlu, katanya.

Arif juga mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui apa langkah selanjutnya dari PDIP mengenai tuduhan yang diberikan Herzaky tersebut kepada ketua umumnya Megawati Soekarnoputri.

Namun demikian, Arif menyambut baik permintaan maaf dari Herzaky yang mengaku kepleset lidah karena menyebut Megawati menggulingkan Gus Dur.

Soal minta maaf, kita semua memang ada kewajiban kalau berbuat sesuatu yang salah itu harus minta maaf, ungkapnya.

Karena itu, Arif menyampaikan pesan kepada Herzaky dan juga politikus muda lainnya untuk berhati-hati dalam menyampaikan pesan ke publik.

Ya bercermin pada diri sendiri aja lah, belajar untuk jadi lebih dewasa lebih matang dalam berpolitik, tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meminta maaf kepada kader PDIP mengenai ucapannya yang disampaikan ke media beberapa waktu lalu.

Permintaan maaf ini dilakukan Herzaky, lantaran dirinya menyebut Megawati Soekarnoputri menjadi orang yang menggulingkan Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai Presiden RI.

Mohon maaf saya kepleset lidah saat tanya jawab setelah konferensi pers, ujar Herzaky.

Herzaky menjelaskan, yang dimaksud adalah Megawati Soekarnoputri orang yang menggantikan Gus Dur menjadi Presiden RI ke-6. Sehingga bukan menggulingkan.

Lebih lanjut Herzaky jua menegaskan, tidak ada maksud untuk menyinggung dua sosok yang disebutnya tersebut. Pasalnya dia adalah penganggum Gus Dur dan menghormati Megawati selaku Presiden RI ke-5.

Artikel Asli