Pencemaran Lingkungan Kerap Terjadi, Kejagung Datangi PPLI Bogor

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:46
Pencemaran Lingkungan Kerap Terjadi, Kejagung Datangi PPLI Bogor

JawaPos.com Puluhan jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan tim Penegakan Hukum Pidana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyambangi PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Klapanunggal Bogor, Selasa (5/10). Kunjungan itu guna mempelajari atau studi lapangan terkait pengelolaan limbah B3 yang sesuai perundang-undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PPLI Syarif Hidayat memaparkan langkah penanganan limbah B3. Mulai dari penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan hingga penimbunan akhir di landfill.

Karena bagaimanapun limbah B3 sangat berbahaya bukan hanya bagi bumi tapi juga makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia, karenanya perlakuannya pun bersifat khusus, tegas Syarif Hidayat dalam keterangannya, Rabu (6/10).

Syarif pun mengapresiasi kehadiran anak buah Jaksa Agung ST Burhanudin tersebut ke PPLI. Karena, ini bukan kali pertama PPLI dikunjungi aparat penegak hukum untuk mempelajari pengelolaan limbah B3 yang benar dan sesuai perundang-undangan.

Sebelumnya kepolisian dan para hakim dari Mahkamah Agung sudah terlebih dahulu studi lapangan ke PPLI, ungkapnya.

Adapun, Kepala Sub direktorat Pra Penuntutan Kejagung, Dyah Yuliastuti mengakui kunjungannya ke PPLI atas rekomendasi dari KLHK agar pihaknya memiliki persepsi yang sama dalam penanganan kasus pencemaran lingkungan, khususnya yang diakibatkan limbah B3.

(Jaksa Penuntut Umum) Perlu mengetahui pengelolaan yang baik dan benar sesuai undang-undang itu seperti apa, sehingga para jaksa (penyidik) tidak hanya mempelajari kasus dari berkas saja. Dengan melihat langsung ke PPLI maka bisa mengetahui bagaimana seharusnya perusahaan-perusahaan mengelola limbah B3 yang benar, tutur dia.

Pasalnya, diakui bahwa banyak ditemukan perusahaan yang mengelola limbah asal-asalan. Seperti limbah B3 ditimbun begitu saja tanpa dibuang kandungan berbahaya didalamnya, ada yang ternyata bukit limbahnya masih berminyak.

Apakah ini bisa jadi bukti limbah tidak dikelola secara benar? Itulah perlunya kita lakukan studi lapangan ke PPLI sehingga dapat memastikan studi kasus diatas apakah dapat dikategorikan membahayakan lingkungan atau tidak, sebutnya.

Sementara itu, Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK Yazid Nurhuda mengungkapkan, kenapa PPLI, kata dia karena perusahaan ini memiliki sistem pengelolaan yang terintegrasi dan memenuhi ketentuan perundang-undangan.

Kami berharap studi lapangan ini akan memudahkan kerja-kerja dan kordinasi dalam penyidikan dan penuntutan kasus-kasus pencemaran lingkungan akibat limbah B3, tandas dia.

Artikel Asli