Ajaib Sekuritas Bantah Curi Data Nasabah

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 12:20
Ajaib Sekuritas Bantah Curi Data Nasabah

Ajaib Sekuritas, melalui pengacaranya Juniver Girsang, mengirimkan surat bantahan kepada beberapa media yang merilis berita tidak benar alias hoaks.

Pengacara litigasi ini menyatakan, beberapa media tersebut menulis adanya dugaan pengambilan data nasabah. Dalam pemberitaan tersebut, media mengutip seorang warga bernama Ignatius Danang sebagai narasumber.

Dalam surat bantahan tersebut, Juniver menyebut, kliennya sudah mengonfirmasi, tidak pernah ada pembukaan akun pada aplikasi Ajaib yang berhasil dilakukan dengan menggunakan alamat email milik Ignatius Danang. Pihak Ignatius Danang, katanya, juga menyatakan tidak pernah punya masalah dengan Ajaib.

"Namun ada media yang mengutip cuitan Ignatius Danang pada bulan Juli 2021 lalu dan membuat berita tidak benar hanya berdasarkan cuitannya itu pada tanggal 2 Oktober 2021. Ignatius Danang sendiri sangat keberatan namanya dikutip tanpa konfirmasi atau adanya proses interview," ujarnya, Rabu (6/10).

Dalam surat bantahan tersebut juga, Juniver menyebutkan, pada tanggal 3 Oktober 2021, Ignatius Danang menyampaikan keberatannya melalui email yang dikirimkan kepada redaksi media tersebut.

Isinya, dia tidak pernah melakukan klarifikasi ataupun melaporkan permasalahan tersebut kepada redaksi artikel. Media tersebut dinilai menggunakan namanya tanpa izin.

Ignatius Danang juga telah meminta media tersebut untuk menurunkan berita tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman. Namun sampai sekarang, dia belum mendapatkan respon dan jawaban dari pihak redaksi. Dan berita-berita yang mengutip namanya, tidak pernah diturunkan.

"Setelah dilakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Dirtipideksus Bareskrim Polri dan Satgas Waspada Investasi OJK, ternyata tidak ada pengaduan dan tidak ada masalah apapun terhadap Ajaib," bebernya.

Dalam Surat Bantahan itu juga, Juniver Girsang memberikan peringatan kepada siapapun yang dengan sengaja melakukan hal-hal yang dapat mencederai nama baik, memfitnah ataupun menerbitkan berita tidak benar yang tujuannya mengarah pada character assasination , pencemaran nama baik ataupun dapat merusak reputasi dan nama baik kliennya.

Mereka akan melakukan semua upaya hukum yang diperlukan. Termasuk, mengajukan gugatan secara perdata maupun laporan secara pidana.

"Kami akan melakukan investigasi mengenai sumber yang menyebar berita tidak benar ini karena jelas sengaja mencemarkan reputasi klien kami dan dikualifikasikan melanggar UU ITE," tandas Juniver. [NOV]

Artikel Asli