Tidur dalam Perspektif Alquran

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:17
Tidur dalam Perspektif Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tidak ada aktivitas manusia sehari-hari yang tidak dibahas di dalam Alquran. Tidur salah satu aktivitas manusia yang dibahas secara lengkap di dalam Alquran tepatnya surah ar-rum ayat 23 yang artinya:

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tandatanda bagi kaum yang mendengarkan.

Abdullah Yusuf Ali seperti tertulis di dalam buku Kesehatan Dalam Persepektif Alquran karya Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang Dan Diklat Departemen Agama RI Tahun 2009, memberi komentar ayat di atas sebagai berikut: "Jika kita renungkan dalam-dalam, tidur dan mimpi, kesegaran yang kita peroleh dan tidur sampai waktu berjaga,begitu juga dari berjaga sampai waktu tidur, yang juga keadaan pikiran, perasaan, dan bawah sadar kita dalam suasana demikian,semua itu sungguh menakjubkan dan penuh rahasia-rahasia ilahi."

Biasanya tidur malam hari dan melaksanakan tugas pekerjaan mencari rezeki di siang hari. Tetapi tidur dan rehat mungkin diperlukan siang hari, dan kita bekerja waktu malam.

Pekerjaan kita mencari nafkah yang berjalan tanpa kita sadari, barangkali merupakan peralihan ke suatu pekerjaan, pikiran atau pengabdian kita kepada sesuatu yang lebih luhur bersifat rohaniah. Semua proses ini mengisyaratkan adanya latar belakang tentang sesuatu hanya samar-samar saja kita ketahui,padahal sejatinya semua itu adalah mukjizat dan tanda-tanda kemahakuasaan Allah subhanahu wa taala, seperti mukjizat lainnya.

Sedangkan Prof Quraish Shihab mengomentari ayat tersebut berdasarkan penafsiran ulama, beliau menulis bahwa maksud dari "Di antara tanda-tanda-Nya adalah tidur kamu pada malam hari dan usaha kamu mencari rezeki pada siang hari." (an-Naba ayat 10-11).

Sejalan dengan banyak ayat Alquran yang menjelaskan bahwa Allah menjadikanalam untuk beristirahat dan siang untuk mencari rezekinya. Memang, secara umum malam untuk tidur dan siang untuk bekerja.

Tetapi pemahaman ini tidak harus selalu demikian. Tidak ada halangan memahami ayat-ayat di atas sesuai dengan teks dan bunyinya.

Apalagi dewasa ini, malam telah menjadiwaktu tidur sekaligus untuk mencari rezeki.

"Dan siang digunakan juga untuk kedua tujuan tersebut," katanya.

Bahkan sebagian orang ada yang pekerjaannya lebih banyak dilakukan di waktu malam, dibanding dengan siang harinya. Lebih lanjut iamengatakan, bahwa hingga kini ilmuwan belum mengetahui persis proses tidur, bagaimana ia terjadi, apa hakikat mimpi dan lain sebagainya.

Tidur adalah suatu bukti kekuasaan Allahsubhanahu wa taala yang masih memerlukan banyak penelitian untuk mengetahuihakikatnya.

Maknanya juga bisa diartikan bahwa Allah menjadikan untuk kalian waktu tidur di malam hari dan waktu mencari karunia Allah di siang hari.

Atau sebaliknya, waktu tidur kalian dijadikan pada siang hari dan waktu kalian mencari karunia di malam hari. Seperti para pekerja di malam hari, satpam, dokter, dan perawat jaga malam, pilot pesawat, sopir bis malam, tentara atau polisi yang piket malam, penjagamenara, buruh atau karyawan yang bekerja di pabrik pada malam hari dan lain-lain.

Sebab, ada pula ayat-ayat Alquran yang semakna dengan itu, di antaranya surah al-Isra ayat 12 yang artinya.

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas."

Artikel Asli