Bansos Anak Yatim 2021 Dikurangi Rp 82,8 Miliar

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:07
Bansos Anak Yatim 2021 Dikurangi Rp 82,8 Miliar

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) kurangi estimasi anggaran bansos 2021 untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu karena Covid-19. Anggarannya dikurangi Rp 82,8 miliar. Alhasil, jumlah anak calon penerima juga dikurangi 113 ribu.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI dengan eselon 1 Kemensos di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/10) lalu. Ketika itu, Plt Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan, program Atensi Anak Yatim 2021 ditargetkan untuk 60 ribu anak.

"Kalau kami melakukan exercise anggaran untuk estimasi kemampuan anggaran di Dirjen Rehsos, karena belum teranggarkan sejak awal, (ada) sebanyak 60 ribu anak (calon penerima)," kata Harry.

Pihaknya lantas mengestimasikan jumlah anak yang belum sekolah sebanyak 20 ribu di antaranya. Sebanyak 40 sisanya merupakan anak yang sudah sekolah.

Bansos untuk anak yang belum sekolah besarannya Rp 300 ribu/bulan selama empat bulan. Adapun anak yang sudah sekolah Rp 200 ribu/bulan selama empat bulan. Dengan demikian, kata Harry, rata-rata besaran bansos untuk 60 ribu anak itu adalah Rp 930 ribu per anak.

"Maka kebutuhan anggaran diperlukan Rp 55,8 miliar dan dapat dialokasikan dari sisa anggaran Atensi yang belum terealisasi," ungkapnya.

Pemaparan Harry itu menunjukkan adanya pengurangan estimasi anggaran bansos anak yatim 2021. Sebab, dalam sebuah webinar dan wawancara dengan wartawan pada awal September lalu, dia menyampaikan, angka yang lebih besar.

Awal September itu, Harry menyebut bansos anak yatim 2021 akan diberikan kepada 173 ribu anak. Anggaran yang disediakan Rp 138,6 miliar. "Dari seluruh anggaran yang ada, alhamdulillah perkiraan tahun ini bisa meng-cover 173 ribu lebih untuk anak yatim piatu," kata Harry, dalam sebuah webinar, Rabu (8/9).

Pengurangan estimasi anggaran ini terbilang masif. Jika dihitung, berarti anggarannya dikurangi 82,8 miliar, sedangkan jumlah anak calon penerima dikurangi 113 ribu.

Republika telah berulang kali menanyakan kepada Harry terkait alasan pengurangan anggaran ini. Tapi, Harry tak pernah merespons ketika dihubungi. Dia juga enggan memberikan penjelasan ketika ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (5/10).

Artikel Asli