Desa Wisata Wajib Tawarkan Keaslian

Nasional | lombokpost | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 12:55
Desa Wisata Wajib Tawarkan Keaslian

TANJUNG -Pemda Lombok Utara tengah menggencarkan pengembangan desa wisata. Ini menjadi jualan baru selain Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air).

Kabid Destinasi Wisata Dispar Lombok Utara Wayan Subade menuturkan, saat ini ada enam desa wisata yang sedang dikembangkan. Beberapa diantaranya bahkan mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

Beberapa waktu lalu Desa Senaru dan Malaka dibantu Kementerian Desa untuk pembangunan homestay, ujar dia.

Mengembangkan wisata desa, harus mampu mempertahankan keautentikan yang dimiliki. Seperti kebudayaan, tradisi leluhur, kesenian khas, dan lainnya. Sehingga wisatawan yang datang dapat mengenal baik ciri khas desa wisata tersebut.

Lima desa wisata ini kita harapkan menjaga ciri khasnya, sambung dia.

Hal ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tujuan desa wisata dibentuk agar wisatawan dapat melihat dan merasakan langsung karakter alami desa tersebut. Bahkan landasan pengembangan desa wisata ini sudah diatur dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (Rippar).

Tidak perlu menghilangkan karakter asli desa. Jika banyak berubah tentu akan menyalahi ketentuan yang berlaku, jelas dia.

Desa wisata yang sudah berjalan di KLU yakni Desa Senaru, Karang Bajo, Medana, Genggelang, Bayan, dan Malaka. Semuanya membutuhkan perhatian serius. Terutama dalam promosi dan sarana prasarana.

Dalam pengembangannya, desa wisata memiliki sejumlah klasifikasi. Yakni desa wisata rintisan, berkembang, mandiri, dan desa wisata maju. Namun untuk enam destinasi wisata desa yang ada di KLU saat ini belum memiliki klasifikasi.

Akan kita identifikasi dulu nanti, supaya tidak salah, tandas dia.

Plt Kepala Dispar Lombok Utara Ainal Yakin menuturkan, mengembangkan desa wisata tidak hanya soal sarana dan prasarana. Konsep dan Sumber Daya Manusia (SDM) desa wisata juga perlu dimatangkan.

Tahun ini Desa Senaru akan jadi prioritas, ujar dia.

Desa Senaru menjadi prioritas karena sudah lebih dulu menjadi pilot project untuk desa-desa wisata lainnya di KLU. Sebab desa tersebut memiliki potensi yang bagus. Bahkan mereka juga masuk dalam 50 besar anugerah desa wisata Indonesia tahun 2021.

Dari 1.834 desa wisata yang mendaftar se-Indonesia Senaru masuk 50 besar. Ini masih proses, September ini akan turun dari pusat guna asesmen berikutnya untuk penilaian masuk 12 besar, beber Ainal. (fer/r9)

Artikel Asli