Nilainya Rp 460 M Waskita Karya Garap Proyek Pengendalian Banjir Di Pekalongan

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 12:17
Nilainya Rp 460 M Waskita Karya Garap Proyek Pengendalian Banjir Di Pekalongan

PT Waskita Karya (Persero) Tbk ditunjuk untuk mengerjakan proyek Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Paket I yang berada di Pekalongan, Jawa Tengah.

Penunjukan ini setelah selesainya proses Pengadaan Jasa Kontruksi dan Konsultasi. Serta sudah diterbitkanya Surat Penunjukan Penyedia Paket Pekerjaan, oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Director of Operation II Waskita Karya, Bambang Rianto mengatakan, pihaknya mendapatkan kepercayaan kembali, untuk mengerjakan proyek meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19.

Waskita telah menandatangani kontrak untuk pengerjaan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Paket I di Pekalongan dengan nilai Rp 460 miliar, jelas Bambang dalam keterangan resminya, Rabu (6/10).

Nantinya proses pengerjaan ini akan memakan waktu 720 hari kalender. Mulai tanggal 30

September 2021 hingga 3 Oktober 2023. Sementara itu sumber pendanaan pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021-2023.

"Kira-kira 30 September 2021 sampai 3 Oktober 2023 masa pembangunan ini. Mudah-mudahan akan selesai tepat waktu, harapnya.

Pada proyek ini ada 13 lingkup pekerjaan yang dikerjakan Waskita yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan sistem manajemen keselamatan konstruksi, pekerjaan cofferdam, pekerjaan kolam retensi dan kolam tambat kapal.

Lalu kolam retensi bagian kiri, pekerjaan parapat kemudian bangunan pelimpah dan jembatan penyebrangan. "Waskita juga mengerjakan pekerjaan bangunan utama atau bendung gerak, lalu jalan menuju bendung kemudian pintu bendung gerak, bangunan rumah pompa, mekanikal elektrikal, dan regulator gate," beber Bambang.

Ia berharap, dengan dibangunnya pengendalian banjir dan rob ini bisa mencegah terjadinya

banjir dan rob di wilayah Pekalongan. Diharapkan juga, agar Pekalongan bebas dari banjir apalagi sering terjadi pasang surut air laut. Bahkan elevasi kawasan lebih rendah daripada elevasi muka air, dan penurunan tanah.

Mudah-mudahan apa yang Kita bangun bermanfaat untuk masyarakat Pekalongan," imbuhnya. [ DWI ]

Artikel Asli