Jubir Demokrat Minta Maaf Karena Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 12:10
Jubir Demokrat Minta Maaf Karena Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur

JawaPos.com Juru Bicara Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meminta maaf kepada kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lantaran kepleset lidah.

Permintaan maaf ini dilakukan Herzaky, lantaran dirinya menyebut Megawati Soekarnoputri menjadi orang yang menggulingkan Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai Presiden RI. Mohon maaf saya kepleset lidah saat tanya jawab setelah konferensi pers, ujar Herzaky kepada JawaPos.com , Rabu (6/10).

Herzaky menjelaskan, yang dimaksud adalah Megawati Soekarnoputri orang yang menggantikan Gus Dur menjadi Presiden RI ke-6. Sehingga bukan menggulingkan. Yang saya maksud, Ibu Megawati menggantikan Gus Dur, katanya.

Lebih lanjut Herzaky menegaskan tidak ada maksud untuk menyinggung dua sosok yang disebutnya tersebut. Pasalnya dia adalah penganggum Gus Dur dan menghormati Megawati selaku Presiden RI ke-5. Saya ini pengagum Gus Dur dan NU. Saya juga hormat kepada Ibu Megawati sebagai mantan Presiden, ungkapnya.

Oleh sebab itu, Herzaky meminta maaf kepada pihak-pihak yang tidak berkenan sekaligus kader PDIP atas kepleset lidah yang ia ucapkan pada saat konfrensi pers dengan media beberapa waktu lalu. Saya mohon maaf kepada siapapun yang tidak berkenan atas ini. Terima kasih, tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito mengeluhkan dengan pernyataan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra yang menyebut Megawati Soekarnoputri menjadi orang yang menggulingkan Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai Presiden RI.

Karena itu, Wanto meminta Herzaky meminta maaf ke publik atas ucapannya tersebut. Karena dia telah menduruh Megawati Soekarnoputri tanpa adanya bukti. Wanto mengatakan jika Partai Demokrat tidak segera meminta maaf dan mengganti Herzaky, maka kader banteng siap berhadapan dengan Partai Demokrat.

Artikel Asli