Wapres Minta Skema Antisipasi Klaster Sekolah

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:45
Wapres Minta Skema Antisipasi Klaster Sekolah

JawaPos.com Wakil Presiden Maruf Amin meminta ada langkah untuk mengantisipasi munculnya klaster penularan di sekolah. Hal itu seiring dengan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sudah banyak dijalankan di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 13.

Maruf Amin memimpin rapat evaluasi PPKM pada Senin (4/10).

Dia menggantikan Presiden Joko Widodo yang sedang kunjungan kerja ke Papua.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah pelaksanaan PTM terbatas. Dalam rapat tersebut terungkap, hasil evaluasi mencatat ada penemuan klaster sekolah.

Namun, tidak dijelaskan secara lebih detail lokasi klaster sekolah tersebut. Maruf meminta Mendikbudristek, menteri agama, dan menteri kesehatan untuk terus mengawal pelaksanaan PTM terbatas secara terpadu dan komprehensif. Juga menyiapkan skema terbaik apabila ditemukan kasus Covid-19 di sekolah.

Pelaksanaan PTM harus hati-hati dan selalu mengutamakan kesehatan peserta didik dari penularan Covid-19, kata Maruf dalam keterangan pers kemarin.

Akhir pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan akan mengkaji kembali PTM terbatas di jenjang sekolah dasar. Sekolah yang akan melaksanakan PTM diseleksi lagi. Hal itu menyikapi perkembangan terbaru kasus penularan Covid-19 klaster sekolah.

Wapres berpesan supaya testing, tracing, dan treatment atau 3T terus dikuatkan. Kemudian, percepatan vaksinasi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan harus dioptimalkan. Dengan begitu, upaya tersebut bisa sejalan dengan kebijakan pengendalian pandemi dan memperkuat Indonesia menuju masa endemi.

Maruf mengatakan, catatan-catatan perbaikan penanganan Covid-19 perlu diikuti dengan penyiapan skenario menuju kenormalan baru. Yaitu, ketika masyarakat hidup berdampingan dengan virus penyebab pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Saifullah membantah kabar yang menyebut klaster Covid-19 di wilayahnya. Jadi, perlu saya tegaskan, tidak ada klaster PTM di Kabupaten Tangerang, ujarnya saat dikonfirmasi tadi malam.

Dia membenarkan informasi bahwa PTM terbatas untuk jenjang SD di Kabupaten Tangerang dikaji ulang. Sebab, tim masih menunggu pengumpulan instrumen atau isian dari tiap sekolah. Nanti hasil pengisian atau instrumen kesiapan itu dikaji Satgas Covid-19. Kemudian, bisa diputuskan apakah jenjang SD bisa kembali PTM atau belum.

Untuk jenjang SMP, dia mengatakan bahwa pembukaan PTM terbatas dilakukan secara bertahap. Pertimbangannya kesiapan sekolah dan persentase vaksinasi Covid-19.

Persoalan munculnya klaster Covid-19 di sekolah memang sempat simpang siur. Pada 24 September, sempat keluar pemberitaan yang menghebohkan karena menyebut 1.303 unit sekolah menjadi klaster Covid-19 selama pelaksanaan PTM. Data itu merujuk pada informasi yang disajikan website https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar per 23 September.

Saat itu ada 47.005 unit sekolah yang sudah mengisi survei. Hasilnya, 1.303 unit sekolah menjadi klaster Covid-19. Angka tersebut setara dengan 2,77 persen dari 47.005 unit sekolah yang sudah mengisi survei. Kemudian, hasil survei lainnya, ada 7.287 guru dan 15.456 siswa yang terpapar Covid-19.

Kemendikbudristek kemudian memberikan klarifikasi. Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri menyatakan, angka 2,8 persen satuan pendidikan itu bukan data klaster Covid-19. Melainkan data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah mereka yang tertular Covid-19. Sisanya, sekitar 97 persen sekolah yang mengisi survei atau kuesioner, tidak memiliki warga sekolah yang pernah positif Covid-19. Jadi, belum tentu klaster (Covid-19, Red), kata Jumeri.

Merujuk data epidemiologi yang disajikan website https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar, ada 157.885 satuan pendidikan di semua jenjang yang berada di zona risiko tinggi Covid-19. Terbanyak di Jawa Timur dengan 36.613 unit sekolah. Kemudian, Jawa Tengah 36.051 unit sekolah dan Sumatera Utara 11.541 unit sekolah.

Artikel Asli