Atasi Warga yang Enggan Vaksin, Camat Tajinan Akan Mulai Vaksinasi Door to Door

Nasional | jatimtimes.com | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:34
Atasi Warga yang Enggan Vaksin, Camat Tajinan Akan Mulai Vaksinasi Door to Door

JATIMTIMES - Camat Tajinan, Kabupaten Malang, Sri Pawening benar-benar tidak ingin wilayahnya dicap sebagai salah satu daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah. Terlebih, beberapa waktu lalu, Kecamatan Tajinan menerima bendera hitam sebagai bentuk punishment dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang karena dinilai capaian vaksinasinya masih rendah.

Salah satu cara yang akan ditempuh yakni dengan melakukan vaksinasi door to door (pintu ke pintu). Hal tersebut akan dilakukan untuk mengatasi masyarakat yang enggan divaksin karena berbagai alasan.

"Akan kami upayakan lebih maksimal lagi. Jemput bola, door to door. Yang belum vaksin kita datangi untuk vaksin. Hari libur, Minggu dan Sabtu tetap pelayanan. Kalau perlu malam hari juga biar yang kerja bisa divaksin juga," ujar Sri, Rabu (6/10/2021).

Sri berharap bahwa pemberian bendera hitam itu bisa dijadikan sebagai pelecut agar bisa semakin menggiatkan vaksinasi. Terlebih hal itu untuk mendukung pemerintah agar segera mencapai herd immunity (kekebalan kelompok).

"Bendera hitam akan keliling dan diberikan ke kecamatan yang dinilai rendah capaian vaksinasinya. Dan hari Minggu ini akan dievaluasi lagi," imbuh Sri.

Sementara itu, dari catatan Kecamatan Tajinan, per Senin (5/10/2021) kemarin, capaian vaksinasi sudah mencapai 51,97 persen atau sudah sebanyak 23.566 warga yang sudah divaksin. Sedangkan dari 54.53 masyarakat Tajinan, ada 45.776 warga yang ditargetkan untuk dapat tervaksin.

Sedangkan dari 12 desa yang ada di Kecamatan Tajinan, desa yang capaian vaksinasinya terendah adalah Desa Tajinan. Yakni masih sebesar 33,1 persen atau sebanyak 1.330 warga dari target yang divaksin 4.731 warga.

Dan desa yang capaian vaksinasinya tertinggi adalah Desa Tambakasri. Yakni sudah mencapai 59,5 persen atau sebanyak 2.687 warga dari 4.501 warga yang ditargetkan divaksin.

Artikel Asli