Sidang Lanjutan Nurdin Abdulah dan Edy Rahmat, Panitia Pembangunan Masjid Pucak Dihadirkan sebagai Saksi

Nasional | rakyatku | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:41
Sidang Lanjutan Nurdin Abdulah dan Edy Rahmat, Panitia Pembangunan Masjid Pucak Dihadirkan sebagai Saksi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar kembali menggelar sidang lanjutan terdakwa Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah, dan eks Sekretaris Dinas PUTR, Sulsel Edy Rahmat.

Kedua terdakwa disidang dalam kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020--2021.

Sidang dipimpin oleh Ibrahim Palino, didampingi dua Hakim Anggota di Ruang Sidang Utama Harifin A. Tumpa PN Makassar, Rabu (6/10/2021)

Dalam persidangan ke-14 ini masih beragendakan pemeriksaan saksi, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima orang saksi.

Empat orang saksi hadir secara langsung PN Tipikor Makassar dan satu saksi hadir secara virtual.

Dari saksi-saksi tersebut, tiga saksi untuk dua orang terdakwa Nurdin Abdullah dan Ede Rahmat, yakni Aminuddin, Suardi Dg. Nojeng, dan Abdul Samad yang hadir secara virtual.

Suardi Dg. Nojeng dan Aminuddin merupakan panitia pembangunan masjid Pucak di Kampung Ara, Desa Tompobulu, Kabupaten Maros. Sementara, Abdul Samad adalah pemilik tanah yang dibeli Nurdin Abdullah tempat pendirian masjid itu.

Sementara, dua saksi lainnya khusus untuk terdakwa Edy Rahmat, yakni Kwan Sakti Rudy Moha dan Rudi Wikarso.

Sebelum memberikan keterangan kelima saksi diambil sumpahnya oleh Majelis Hakim PN Tipikor Makassar untuk memberikan keterangan yang sebenarnya.

"Kalau saudara tidak tahu sampaikan tidak tahu, tapi jangan pura-pura tidak tau. Kalau saudara lupa sampaikan lupa, tapi jangan pura-pura lupa," ujar Ibrahim Palino, Ketua Majelis Hakim.

Artikel Asli