Emas Turun di Asia, Tertekan Kenaikan Dolar AS

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:07
Emas Turun di Asia, Tertekan Kenaikan Dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, S INGAPURA -- Harga emas beringsut lebih rendah di sesi Asia pada perdagangan Rabu (6/10) pagi. Penyebabnya adalah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membebani daya tarik logam mulia, dengan para investor fokus pada data penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.758,06 dolar AS per ons pada pukul 01.08 GMT. Sementara emas berjangka AS melemah 0,1 persen menjadi diperdagangkan pada 1.758,40 dolar AS per ons.

Sementara dolar AS bertahan mendekati level tertingginya untuk tahun ini, mengurangi daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang dijadikan acuan merangkak sedikit lebih tinggi.

Data penggajian AS pada Jumat (8/10) diperkirakan menunjukkan 488.000 pekerjaan ditambahkan pada September. Ini akan menjadi penting untuk penentuan waktu bagi Federal Reserve (Fed) mengurangi dukungan ekonominya.

Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan pada Selasa (5/10) bahwa dia terus yakin kemacetan pasokan yang mendorong sebagian besar kenaikan inflasi baru-baru ini akan mereda. Dia juga mengulangi bahwa bank sentral hampir mulai mengurangi pembelian aset bulanannya.

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai inflasi, tetapi pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang diterjemahkan menjadi peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak membayar bunga.

Dari dalam negeri, harga emas produksi Antam mengalami penurunan harga Rp 5.000 per gram menjadi Rp 917.000 per gram dibandingkan sehari sebelumnya. Harga perak dibanderol Rp 11.150 per gram, tidak berubah dari hari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback emas Antam juga turun Rp 5.000 per gram menjadi Rp 805.000 per gram.

Artikel Asli