Waspadai Konflik Laut China Selatan hingga Separatisme Papua

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 10:28
Waspadai Konflik Laut China Selatan hingga Separatisme Papua

JawaPos.com Masih banyak tugas besar yang harus dihadapi TNI di usianya yang kemarin tepat 76 tahun. Mulai potensi konflik di Laut China Selatan (LCS) hingga penguatan keamanan siber.

Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, posisi Indonesia yang dekat dengan episentrum konflik LCS akan rawan menjadi area perang proxy dan adu pengaruh antar kekuatan besar seperti Tiongkok dan Amerika. Bukan tidak mungkin skala konflik bisa berkembang menjadi perang terbuka. Jika ini terjadi, dampak secara ekonomi akan sangat berat bagi negara-negara di sekitarnya. Indonesia juga harus mengembangkan kemampuan militer ke level yang lebih tinggi agar punya posisi lebih kuat dalam skala regional, jelas Sukamta kemarin (5/10).

Kedua, terkait lingkup nasional. Antara lain, meningkatnya gerakan separatisme di Papua, masih tumbuhnya gerakan ekstremisme berbalut sentimen agama, serta ancaman disintegrasi karena sentimen politik yang mengarah pada pembelahan masyarakat. Aspek itu perlu disikapi TNI dengan tindakan lebih sistematis dan menyentuh akar permasalahan.

Ketiga, tantangan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan dimensi keamanan nasional meluas. Hal ini menuntut TNI untuk turut memperkuat sistem keamanan siber, tegasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-76 TNI yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Tema yang diangkat adalah Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat menyapa para prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas di berbagai medan operasi.

Rakyat, bangsa, dan negara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI yang selalu menjadi penjaga utama kedaulatan bangsa, ucap Jokowi dalam sambutannya.

Dia juga menganugerahkan tanda kehormatan kepada tiga orang perwakilan personel TNI. Yakni, Wadan Pusdiklatpassus Kopassus Kolonel Infanteri Anwar menerima tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Paki Nararya dan Wakil Danden 6 Satkopaska Koarmada I Kapten Laut (T) Rohani Sapporo Noor menerima tanda kehormatan Bintang Jalasena Nararya. Lalu, tanda kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya diberikan kepada Serka Wawan Agus Setiawan yang menjabat Bintara Pengamanan Fisik (Ba Pamfik) Satuan Pom Lanud Husein Sastranegara.

Warga saat mengunjungi Pameran alutsista di depan Istana Merdeka dalam rangka HUT TNI ke 76 Jakarta, Selasa (5/10/2021/). Perayaan HUT TNI ke-76 yang mengusung tema Bersatu, Berjuang Kita Pasti Menang itu diisi dengan pameran 112 alutsista di sekitar Istana Merdeka. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Jokowi juga mengapresiasi peran TNI dalam keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Dia mengibaratkan pandemi itu sebagai perang. TNI yang selalu menunjukkan profesionalisme, ujarnya. Mantan gubernur DKI itu meminta agar kesigapan TNI tersebut selalu diaktifkan dalam menghadapi spektrum ancaman yang lebih luas.

Jokowi mencontohkan pelanggaran kedaulatan, pencurian kekayaan alam di laut, radikalisme, terorisme, ancaman siber, dan termasuk juga ancaman bencana alam. Untuk itu, transformasi pertahanan harus terus dilanjutkan. TNI dapat bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan Indonesia yang mampu berperan di lingkungan strategis regional maupun global, imbuhnya.

Presiden juga meminta ada lompatan teknologi militer dan investasi pertahanan yang terencana. Modernisasi pertahanan harus disertai dengan terobosan pengelolaan ekonomi dan investasi pertahanan. Mantan wali kota Solo tersebut menegaskan, Indonesia harus bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan yang bersifat jangka panjang.

Selepas upacara, Jokowi beserta rombongan menyaksikan pameran alutsista di jalan sekitar Istana Kepresidenan Jakarta. Menurut dia, pameran itu adalah bagian dari transparansi kepada publik bahwa APBN digunakan untuk membeli peralatan-peralatan tersebut. Kita harapkan publik, masyarakat bisa tahu bahwa kita misalnya telah memiliki Astros. Astros ini sebanyak 56, ini roketnya bisa meluncur jarak 39 km, ujarnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan kembali profesionalisme prajurit. Menurut dia, itu merupakan bentuk pengabdian TNI sekaligus bukti kesetiaan pada bangsa dan negara. Karena itu, dia meminta seluruh jajarannya terus menjadikan profesionalitas sebagai acuan melaksanakan tugas menghadapi berbagai ancaman yang semakin kompleks. Tingkatkan terus profesionalisme dan kemanunggalan dengan rakyat, bersatu, berjuang kita pasti menang untuk Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh, jelas Hadi.

Artikel Asli