Novel Baswedan Diminta Laporkan jika Tahu Orang Dalam Azis Syamsuddin

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 10:24
Novel Baswedan Diminta Laporkan jika Tahu Orang Dalam Azis Syamsuddin

JawaPos.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Novel Baswedan untuk melaporkan terkait pengetahuannya mengenai orang kepercayaan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. KPK akan menegakkan etik jika memang ada buktinya.

Bagi pihak-pihak manapun yang mengetahui informasi dugaan pelanggaran etik insan KPK, agar bisa melaporkan aduannya ke Dewas dengan dilengkapi bukti-bukti awal yang valid, kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (6/10).

Diketahui, dalam unggahan di media sosial Twitter , Novel mengaku sudah melaporkan ke Dewan Pengawas KPK terkait orang kepercayaan Azis. Tetapi hal ini tidak ditindaklanjuti.

Namun, ungkap Ali, setelah berkoordinasi dengan Dewas KPK, tidak menerima laporan tersebut. Bahkan tidak menemukan fakta adanya orang dalam Azis, dalam putusan pelanggaran etik penyidik KPK asal Polri, Stepanus Robin Pattuju.

Penegakkan etik di KPK harus didasarkan pada bukti dan fakta, bukan dari opini yang belum tentu valid kebenarannya, papar Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini memastikan, akan menindaklanjuti laporan masyarakat dan mendalami keterangan saksi-saksi dalam sidang dugaan suap penanganan perkara Kota Tangjungbalai. Sebab pada sidang Senin (4/10), Sekretaris Daerah nonaktif Kota Tanjungbalai Yusmada mengakui, Azis Syamsuddin mempunyai delapan orang kepercayaan di KPK.

KPK akan mendalami lebih lanjut keterangan saksi yang menyebut dugaan ini dan mengumpulkan keterangan lainnya agar persidangan dapat menyimpulkan, apakah terdapat kesesuaian antar keduanya. Sehingga membentuk fakta hukum yang dapat KPK tindak lanjuti, tegas Ali.

Sebelumnya, mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku tahu siapa-siapa orang kepercayaan Azis Syamsuddin di lingkungan lembaga antirasuah. Menurutnya, yang membongkar sengkarut dugaan suap penanganan perkara Kota Tanjungbalai yang menjerat mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, saat itu adalah tim satuan tugas yang dipimpin Novel Baswedan.

Yang ungkap kasus ini adalah tim saya bersama dengan tim lain yang semuanya disingkirkan dengan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK), ucap Novel dalam cuitan di media sosial Twitter pribadinya.

Novel mengaku sudah melaporkannya kepada Dewan Pengawas KPK terkait orang dalam mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, selain Stepanus Robin Pattuju. Tetepi hal ini tidak ditindaklanjuti Dewas KPK.

Saya juga sudah laporkan masalah tersebut ke Dewas, tapi tidak jalan, ungkap Novel.

Menurut Novel, KPK seperti enggan membongkar sengkarut perkar tersebut. Sehingga menunjuk tim lain untuk menangani perkara dugaan suap penanganan perkara Tanjungbalai.

Justru KPK sepertu takut itu diungkap dan melarang tim kami untuk sidik kasus tersebut dengab menunjuk tim lain untuk penyidikannya, sesal Novel.

Pernyataan Novel ini merespon fakta persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sekretaris Daerah (Sekda) nonaktif Kota Tanjung Balai, Yusmada menyampaikan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mempunyai delapan orang kepercayaan di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya, mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju yang kini terjerat dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara Kota Tanjungbalai.
Mulanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK Heradian Salipi menanyakan pernyataan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, Syahrial yang menyebut Azis Syamsuddin memiliki delapan orang kepercayaan.

Pak Syahrial pernah cerita nggak Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakan azis Syamsuddin?, tanya Jaksa KPK Heradian.

Pernah pak, jawab Yusmada.

Lantas Jaksa KPK mengonfirmasi hal tersebut, kalau salah aatu orang kepercayaan Azis di KPK adalah Stepanus Robin Pattuju. Hal ini pun dibenarkan Yusmada.

Salah satunya Robin?, telisik Jaksa KPK.

Ya pak, akui Yusmada.

Jaksa KPK Heradian kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) nomor 19, paragraf dua. Dalam BAP tersebut, Yusmada mengungkapkam kalau Syahrial bisa kenal dengan Robin, karena dibantu dengan Azis Syamsuddin selaku Wakil Ketua DPR RI, karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta.

Bahkan Syahrial juga mengatakan Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakan oleh Azis untuk kepentingan Azis OTT atau amankan perkara. Salah satunya, Robin, papar Jaksa.

Meski demikian, Yusmada mengklaim tidak mengetahui kepentingan Azis Syamsuddin dalam perkara rasuah Tanjungbalai.

Kepentingan Azis Syamsuddin maksudnya apa?, telisik Jaksa KPK.

Saya nggak tahu, pungkas Yusmada.

Dalam perkaranya, Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima uang senilai Rp 11.025.077.000 dan USD 36 ribu. Suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara di KPK.

Robin didakwa melanggar Pasal Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 11 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Artikel Asli