Dewan IMF Konfrontasi Pejabat yang Manipulasi Data China

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 10:16
Dewan IMF Konfrontasi Pejabat yang Manipulasi Data China

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional akan mewawancarai Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva pada Rabu (6/10), menurut sumber anonim. Georgieva dituduh menekan staf Bank Dunia untuk mengubah data yang mendukung China dalam peran sebelumnya.

Seorang juru bicara IMF menolak untuk mengomentari laporan tersebut. Sumber anonim menyebut, anggota dewan pada awalnya akan bertemu dengan Georgieva pada hari Selasa, tetapi mereka kehabisan waktu karena mengerjakan masalah bisnis reguler lainnya.

Pada hari Senin, anggota dewan menghabiskan berjam-jam menanyai pengacara dari perusahaan WilmerHale tentang laporan investigasi Bank Dunia. Georgieva yang merupakan CEO bank pada tahun 2017 disebut memberi tekanan yang tidak semestinya pada staf untuk mengubah data dalam laporan unggulan "Doing Business" untuk menguntungkan China .

Setelah itu, juru bicara IMF mengatakan bahwa dewan IMF tetap berkomitmen untuk melakukan tinjauan menyeluruh, objektif, dan tepat waktu atas masalah tersebut. Georgieva, yang telah membantah keras tuduhan, tidak menyinggungnya dalam pidato virtual pada hari Selasa tentang ekonomi global menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 11-17 Oktober 2021.

Seorang juru bicara Georgieva menolak berkomentar pada hari Selasa. Wawancara pekan ini akan sangat penting dalam meningkatkan atau mengikis dukungan untuk Georgieva. Banyak pemegang saham IMF ingin menyelesaikan pembahasan dewan mengenai masalah tersebut sebelum pertemuan tingkat tinggi minggu depan.

Bank Dunia pada bulan Januari menugaskan WilmerHale untuk menyelidiki penyimpangan data "Doing Business" yang diidentifikasi pada tahun 2020. WilmerHale kemudian mengeluarkan temuannya yang melibatkan Georgieva pada 16 September.

Laporan firma hukum tersebut berpendapat bahwa Georgieva dan mantan kantor Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menekan staf untuk memanipulasi data. Sehingga peringkat global China dalam studi iklim investasi "Doing Business 2018" naik ke peringkat 78 dari peringkat 85.

Artikel Asli