Wapres: Masih Butuh Tujuh Bulan Lagi Herd Immunity Tercapai

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 09:57
Wapres: Masih Butuh Tujuh Bulan Lagi Herd Immunity Tercapai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, kekebalan kelompok atau herd immunity diperkirakan baru tercapai pada 2022 mendatang. Wapres menyebut, perkiraan ini mengacu pada capaian vaksinasi Covid-19 nasional saat ini dan juga kecepatan dalam proses vaksinasi setiap hari.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan, rata-rata vaksinasi harian per pekan telah mencapai 1,4 juta dosis per hari."Dengan kecepatan vaksinasi tersebut, diperkirakan masih dibutuhkan 7 bulan dari sekarang atau sekitar pertengahan tahun 2022 untuk mencapai cakupan 70 persen," ujar Wapres, Rabu (6/10).

Wapres mengatakan, capaian vaksinasi nasional sampai dengan 3 Oktober 2021, untuk dosis pertama mencapai 45,03 persen dan untuk dosis kedua 25,29 persen. Karena itu, kata Wapres, masih diperlukan kerja keras untuk mencapai herd immunity dengan 70 persen cakupan vaksinasi pertama dan kedua.

Jika mengacu perkiraan tersebut, maka target vaksinasi untuk sasaran 208,5 juta orang meleset dari target awal yakni pada akhir Desember 2021. "Bila kita menginginkan proses vaksinasi selesai pada akhir tahun 2021 ini juga, maka kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan menjadi 2,5 juta vaksinasi per hari," kata Wapres.

Wapres pun berharap sinergi dari berbagai pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional. Salah satunya, pemerintah mengharapkan TNI dan POLRI terus membantu peningkatan percepatan vaksinasi di daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya termasuk di daerah aglomerasi.Sebab, pemerintah mencatat masih banyak daerah yang tertinggal dalam capaian vaksinasi.

"Saya juga meminta agar TNI dan Polri memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna meningkatkan kecepatan vaksinasi. Langkah ini juga akan disertai insentif berupa penurunan level PPKM di wilayah yang dapat memenuhi target vaksinasi yang telah ditetapkan," ujar dia.

Artikel Asli