Apriyani Rahayu: Meski sudah Juara Olimpiade, Kami Tidak Boleh Sombong

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 09:45
Apriyani Rahayu: Meski sudah Juara Olimpiade, Kami Tidak Boleh Sombong

JawaPos.com- Drawing Piala Uber 2020 cukup berat untuk Indonesia. Mereka berada di Grup A bersama Jepang, Jerman, dan Prancis.

Untuk lolos sebagai juara grup, itu juga tidak mudah. Greysia Polii dkk harus bisa menaklukkan Jepang, yang merupakan juara bertahan.

Apalagi, Jepang di Piala Uber 2020 ini berstatus favorit juara. Meskipun, mereka tidak bisa menurunkan ganda putri terbaiknya, yakni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Fukushima sempat absen di Piala Sudirman 2021. Namun, dia masuk skuad Piala Uber 2020. Sementara itu, Hirota sedang pemulihan setelah operasi ACL Agustus lalu. Meski begitu, Jepang masih memiliki pasangan Mayu Matsumoto/Misaki Matsutomo dan Nami Matsuyama/Chiharu Shida.

Sangat mungkin Fukushima diturunkan dengan Arisha Higashino. Higashino merupakan peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 bersama Yuta Watanabe di sektor ganda campuran.

Jika menjadi ganda putri kedua, Fukushima/Higashino bisa menjadi ancaman untuk Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto.

Di sisi lain, Fadia/Ribka baru sekali tampil pada kejuaraan beregu. Yakni, saat menang atas Evgeniya Kosetskaya/Ekaterina Malkova pada Minggu (26/9).

Evaluasi sejauh ini, performa kedua pasangan (ganda putri, Red) ini baik. Mereka sehat dan semangat. Selama bertanding, kinerja mereka juga sesuai harapan, kata pelatih Eng Hian.

Untuk Piala Uber saat ini, skuad Indonesia didominasi pemain muda. Di antara 12 pemain yang dibawa, sembilan orang berusia di bawah 21 tahun. Di atas itu, hanya ada Greysia Polii (34 tahun), Apriyani Rahayu (23 tahun), dan Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun) yang terhitung sebagai senior.

Melihat skuad Uber kali ini, memang cukup berat untuk mengalahkan Jepang. Praktis, Indonesia masih bertumpu pada Greys/Apri. Apalagi dalam sektor tunggal, Jepang membawa pemain terbaiknya seperti Nozomi Okuhara, Akane Yamaguchi, dan Aya Ohori.

Meski sudah juara Olimpiade, kami tidak boleh sombong. Kemenangan di Olimpiade itu membuat kami memiliki kelebihan di lapangan yang bisa menambah kepercayaan diri, tutur Apri.

Artikel Asli