Musim La Liga Terkejam, Sehari Dua Pelatih Dipecat

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 10:15
Musim La Liga Terkejam, Sehari Dua Pelatih Dipecat

JawaPos.com La Liga belum pernah sekejam ini. Sebab, hanya dalam kurun waktu 24 jam, dua pelatih kehilangan jabatan.

Ironisnya, pemecatan itu terjadi pada awal-awal musim berjalannya La Liga.

Kemarin WIB (5/10), Michel kehilangan jabatannya sebagai tactician Getafe CF.

Michel baru empat bulan di sana dan menjalani tujuh pertandingan tanpa kemenangan.

Terusirnya Michel tersebut hanya berselisih kurang dari 24 jam setelah Levante UD memberhentikan pelatih Paco Lopez, Senin (4/10) dini hari WIB.

Keputusan mendepak Michel tersebut diambil petinggi Azulones (julukan Getafe) menyusul hasil imbang 1-1 pada jornada ke-8 La Liga di Coliseum Alfonso Perez, Getafe, Senin dini hari WIB.

Itu adalah satu poin pertama Getafe sepanjang musim 20212022.

Michel pun mengulangi rekor terburuknya saat meraup satu poin dari delapan jornada pertama 20172018 bersama Malaga CF.

Bedanya, saat itu Malaga lebih sabar dan menungguprogrestim di bawah arahan Michel sampai paro musim pertama selesai.

Saya hanya bisa berbicara tentang sepak bola. Selebihnya, saya tidak tahu apa-apa, ucap mantan gelandang Real Madrid tersebut, seperti dikutip Mundo Deportivo .

Dia merasa permainan Djene dkk masih bisa meningkat.

Jika Anda melihat di balik kekalahan kami atas Valencia CF, Sevilla, atau Atletico Madrid, maka Anda bisa memetik nilai yang positif di dalamnya. Poin-poin itu yang bisa berubah, klaim pelatih yang pernah jadi juru taktik Getafe pada 20092011 tersebut.

Di balik kekalahan atas ATM, 22 September lalu, gawang Getafe baru kebobolan dua gol dalam 12 menit terakhir.

Begitu pula saat tumbang 0-1 di tangan Sevilla. Gol Erik Lamela juga terjadi pada menit ke-90.

Kami hanya kurang beruntung, sebut portero Getafe David Soria, dikutip Diario AS .

Getafe pun sudah berpaling ke sosok lain yang akan menukangi klubnya di kelanjutan musim ini.

Banyak media dari Spanyol yang menyebut Quique Sanchez Flores sebagai kandidat.

Yang lucu, Sanchez Flores diperebutkan dua klub yang baru memecat pelatihnya itu, Getafe dan Levante.

Dibandingkan Michel, Levante lebih dalam artinya bagi Paco Lopez.

Paco Lopez kehilangan jabatan karena performa tim yang buruk di La Liga musim 2021-2022. (JOSE MIGUEL FERNANDEZ/AFP)

Sebab, dia berada di kursi pelatih Levante sejak skuad Levante B, 20172018 silam.

Dia baru promosi melatih skuad utama pada musim panas 2018.

Artinya, ini sudah tahun keempatnya jadi bagian skuad yang berjuluk Granotes itu.

Tidak heran Paco sangat emosional ketika mengumumkan kepergiannya dari Levante.

Hari ini, hari yang sangat sulit untukku. Pemecatan ini sangatlah menyakitkan, ungkap Paco dalam sesi wawancara dengan Super Deportes . Bertahun-tahun berada di Ciudad Deportiva de Bunol (kamp latihan Levante) membuatnya harus berat untuk pergi.

Selama ditangani Paco, Levante konsisten berada di antara posisi ke-12 sampai ke-15 di klasemen akhir La Liga.

Baru musim ini Levante tercecer di peringkat ke-18 meski musim baru berjalan delapan jornada . Bisakah kami selamat (degradasi, Red)? Bisa. Ini baru delapan pekan dan sepertinya terlalu cepat saya pergi dari sini, klaim entrenador berumur 54 tahun tersebut.

Javi Pereira sudah ditunjuk jadi suksesor Paco di Levante.

Artikel Asli