Dari Tes Antigen 800 Sampel, Lima Siswa di Sidoarjo Positif Covid-19

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 09:15
Dari Tes Antigen 800 Sampel, Lima Siswa di Sidoarjo Positif Covid-19

JawaPos.com- Ikhtiar sungguh-sungguh Pemkab Sidoarjo untuk mengntisipasi klaster sekolah dalam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, layak mendapat acungan jempol. Pemeriksaan swab antigen untuk para siswa sudah berlangsung empat hari. Dalam kurun waktu tersebut, ada sebanyak 800 siswa yang telah dites. Hasilnya, dari ratusan sampel tersebut, ada beberapa yang dinyatakan positif Covid-19.

Lima siswa yang hasilnya reaktif atau positif. Terdiri atas dua siswa yang duduk di sekolah dasar (SD), dua siswa SMP, dan satu siswa di madrasah tsanawaiyah (MTs), kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.

Saat ini, kelima siswa tersebut untuk sementara tidak masuk sekolah. Meski tidak menunjukkan gejala sakit. Namun, mereka tetap diminta untuk istirahat di rumah. Pihak-pihak yang kontak erat dengan mereka juga telah dilacak. Terutama anggota keluarga yang tinggal satu rumah. Mulai orang tua, kakak, adik, hingga kakek atau nenek yang serumah. Lalu, petugas puskesmas setempat melakukan tes swab antigen.

Hasil testing pada pihak yang kontak erat, semua negatif. Sementara ini hasilnya aman semua. Kondisi siswa dan keluarga juga tetap tanpa gejala, lanjut Syaf.

Syaf menyatakan, hasil pemeriksaan tersebut cukup bagus. Persentasenya sangat rendah. Hanya 0,6 persen. Jika persentase anak yang positif sedikit, maka proses pembelajaran tatap muka (PTM) tidak dihentikan. Pembelajaran di sekolah bisa terus dilanjutkan. Tentu saja, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Rencananya, dinkes akan menjadwalkan tes serupa untuk gelombang kedua pada bulan depan secara acak. Sampel sasarannya tidak hanya para siswa. Tapi, juga guru yang mengajar di sekolah, lanjut mantan wakil direktur perencanaan dan pendidikan RSUD Sidoarjo itu.

Kemarin (5/10), misalnya. proses pengambilan sampel dilakukan di berbagai sekolah di Kota Delta. Ada ratusan siswa di enam sekolah yang menjadi sasaran pemeriksaan. Salah satunya adalah para siswa di SMA Antartika. Ada 50 anak yang mengikuti uji usap tersebut. Salah satunya adalah Ayu Febrianti Intan P. Siswi kelas XII itu mengaku baru kali pertama mengikuti swab antigen.

Sebelum pemeriksaan, Ayu mengaku deg-degan. Rasanya itu waktu alat masuk hidung sampai ke tenggorokan, ujarnya, lantas diamini teman-temannya. Ayu juga khawatir hasilnya tidak sesuai harapan. Tapi, kekhawatirannya hilang saat mengetahui hasilnya negatif.

Sementara itu, swab antigen di SMA di wilayah Buduran dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Buduran dr Yopi Agung P. Bahkan, dia juga ikut menganbil sampel para siswa. Untuk mengetahui hasilnya, harus menunggu selama 15 menit, katanya.

Artikel Asli