Dua Keadaan Orang yang Membaca Alquran

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 08:35
Dua Keadaan Orang yang Membaca Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Terdapat dua keadaan orang dalam membaca Alquran, yakni mampu membacanya dengan baik dan terbata-bata. Bagaimana pahala yang akan didapat?

Dikutip dari buku Tajwid Lengkap Asy-Syafi'i karya Abu Ya'la Kurnaedi, Pertama, bagi orang yang mampu memperbaiki kesalahan qiraahnya serta mengenal seseorang yang bisa memperbaiki bacaan dan mengajarkan qiraah yang benar. Dalam keadaan ini dia tidak boleh selalu berada dalam taraf terbata-bata, tetapi wajib baginya memperbaiki dan melancarkan bacaan karena dimungkinkan tercapai.

Kedua, bagi orang yang tidak mampu memperbaiki kesalahan qiraahnya. Dalam keadaan ini dia boleh membaca sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya, jangan meninggalkan membaca Alquran.

Nabi bersabda: "Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama para Malaikat yang mulia, sedang orang yang membacanya dengan terbata-bata dan sangat berat akan mendapatkan dua pahala," yakni pahala qiraah dan masyaqqah (membaca terbata-bata) (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan).

Hendaknya seorang qari juga meniatkan dalam membaca dan mentadaburi Alquran secara murni karena wajah Allah, bukan karena riya atau ingin dipuji dan sumah (ingin didengar), serta tidak minta upah apa pun, karena ibadahnya merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya.

Kemudian juga menghormati adab-adab tilawah atau membaca Alquran, seperti beristiadzah (meminta perlindungan) kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk ketika memulai qiraah, juga membaca basmalah apabila memulai qiraahnya dari awal surah selain surah At-Taubah.

Selain itu juga sebaiknya duduk ketika membaca Alquran, begitu juga berpakaian yang baik, menghadap kiblat, dan berada di tempat terhormat yang layak dengan keagungan Kitab-Nya.

Artikel Asli