Meriahnya HUT TNI Di Akhir Masa Jabatan Panglima TNI Jokowi Tanya Ibu Iriana: Mau Disopirin Andika?

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 08:30
Meriahnya HUT TNI Di Akhir Masa Jabatan Panglima TNI Jokowi Tanya Ibu Iriana: Mau Disopirin Andika?

Peringatan HUT TNI ke-76 di akhir masa jabatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, yang berlangsung di Istana Merdeka, kemarin, begitu meriah. Ada banyak juga kejadian menarik. Salah satunya adalah Presiden Jokowi sempat menggoda Ibu Negara Iriana apakah mau menaiki kendaraan alutsista TNI dengan sopirnya Jenderal Andika Perkasa.

Godaan itu dilontarkan Jokowi di hadapan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI, dan sejumlah Jenderal yang mendampingi Presiden ketika meninjau pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi langsung menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai sopirnya. Biar yang nyetir Pak Andika, seloroh Jokowi, disambut gelak tawa para Jenderal dan Menteri yang mendampinginya.

Meskipun bernada guyonan, sepenggal kalimat yang diucapkan oleh orang nomor satu di Indonesia ini mengundang banyak penafsiran. Salah satunya, diduga menjadi kode pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi yang akan memasuki pensiun awal bulan depan.

Sebelum melontarkan guyonan itu, Jokowi mengikuti sejumlah rangkaian acara peringatan HUT TNI. Mulai dari mengikuti upacara, penganugerahan tanda kehormatan, konferensi video hingga saling unjuk kekuatan dari tiga matra TNI.

Upacara digelar secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Hadir juga sejumlah pejabat antara lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, hingga Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo.

Yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kolonel Inf. Tunjung Setiabudi. Sementara, Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya bertindak selaku Perwira Upacara. Selanjutnya, Letda Pnb. Gilang Bella Mukti memandu pengucapan Sapta Marga.

Presiden Jokowi dalam amanatnya memuji peran TNI dalam perang melawan virus Covid-19. Perang yang menurut Kepala Negara sangat menguras tenaga, pikiran, mental hingga semangat juang.

Keberhasilan kita dalam menangani pandemi Covid-19 ini tidak terlepas dari peran besar TNI. TNI yang selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap penugasan, puji Jokowi.

Modernisasi pertahanan juga ikut disinggung. Menurut Jokowi, terobosan pengelolaan ekonomi dan investasi pertahanan diperlukan. Bukan doyan belanja pertahanan.

Saya tegaskan kembali, kita harus bergeser dari kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan yang berpikir jangka panjang, yang dirancang sistematis, dan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, pesannya.

Usai menyampaikan amanat dan mengikuti prosesi upacara, Kepala Negara beserta Ibu Negara Iriana dan Wakil Presiden Maruf Amin beserta Ibu Wury Maruf Amin duduk di teras Istana Merdeka menyaksikan atraksi 8 helikopter yang membawa bendera Lambang TNI dan bendera Merah Putih raksasa.

Selain itu, sekitar 18 pesawat tempur TNI yang sempat menghiasi langit Ibu Kota kemarin juga fly pass dan bermanuver saat melintasi tepat di atas Istana.

Presiden juga menyempatkan diri menyapa perwakilan prajurit TNI yang mengikuti upacara melalui konferensi video dari berbagai wilayah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Baru kemudian, Presiden berkeliling Istana menggunakan golf car mengunjungi pameran alutsista. Tepatnya, di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, ada sejumlah peralatan tempur yang jarang diketahui dipamerkan. Yakni peluncur roket Astros atau Artillery Saturation Rocket System.

Ini pengadaan pada Renstra sampai dengan 2019, kata Panglima. Berarti ini baru-baru semua? timpal Jokowi lagi. Siap, ini yang baru sampai Renstra 2019, sahut Hadi.

Di tengah perbincangan itu, Jenderal Andika dari jarak yang agak jauh di sebelah kanan Jokowi tiba-tiba nimbrung.

Ini ada yang menonjol pak, ucap Andika yang mengundang perhatian Jokowi. Ini AD, kami punya 56 rantis, sambungnya.

Di saat Presiden dan Jenderal Andika ngobrol, Ibu Negara Iriana yang berdiri tidak jauh dengan Jokowi nampak meminta fotografer memoto dirinya bersama Ibu Wury Maruf Amin dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto di depan alutsista yang terparkir.

Setelah foto-foto, Iriana dicandain Jokowi. Menawarkannya untuk menjajal salah satu kendaraan alutsista. Mau naik yang mana? Biar nanti yang nyetir Pak Andika, guyon Jokowi.

Apakah guyonan Jokowi ini kode bahwa TNI akan dipimpin oleh Andika?

Pakar komunikasi politik, Lely Arianne menilai tidak salah jika publik memberikan makna dari ucapan Jokowi tersebut. Ia mengistilahkan penggalan kalimat Jokowi tersebut sebagai bahasa simbolik.

Dia jadi bermakna ketika disampaikan ke orang lain. Ada komunikasi. Komunikasi pak Jokowi ini kan tidak linear, tapi interaksional. Orang lain bisa menerjemahkan, ragam persepsi, dia bisa jadi pesan, kata Lely kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Penggalan ucapan Jokowi: yang nyetir Pak Andika, secara simbolik bisa dimaknai sama dengan disopiri, dinahkodai atau dipiloti.

Kalau dia hakim, maka dia akan memimpin lembaga peradilan. Kalau dia DPR, maka akan menahkodai lembaga perwakilan. Kalau TNI, barang kali bisa juga menjadi kode. Karena Andika lagi ramai dibicarakan berkaitan dengan posisinya sebagai unggulan dalam proses kandidasi di TNI. Wajar saja jika orang menangkap itu sinyal, nilainya.

Hingga kemarin, Jokowi belum kunjung mengirimkan surat Presiden (Surpres) terkait Panglima TNI ke DPR. Sehingga, belum diketahui secara pasti siapa yang akan ditunjuk oleh Kepala Negara untuk nahkoda, pilot atau sopir institusi TNI selanjutnya.

Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Lodewijk Freidrich Paulus berharap DPR sudah bisa menetapkan Panglima TNI yang baru, sebelum Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memasuki pensiun.

Jika merujuk Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, usia pensiun paling tinggi bagi perwira adalah 58 tahun. Panglima TNI Marsekal Hadi diketahui akan memasuki usia ke 58 tahun pada 8 November 2021 mendatang.

Namun demikian, sisa waktu sekitar satu bulan lagi itu dirasa masih cukup untuk melakukan serangkaian proses pemilihan, fit and proper test hingga pelantikan Panglima TNI baru.

Tapi kita berharap sebelum tanggal 9 November kita sudah punya panglima TNI yang baru, Insya Allah seperti itu, harap politisi Beringin itu di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (4/10). [SAR]

Artikel Asli