Presiden: Adakan Pergeseran Kebijakan Pertahanan

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 08:00
Presiden: Adakan Pergeseran Kebijakan Pertahanan

JAKARTA - Presiden Joko Widodomemerintahkan dibuat pergeserankebijakan pertahanan. Hal itu disampaikan saat HUT ke-76 Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Jakarta, Selasa (5/10).
"Saya tegaskan kembali harus ada pergeseran kebijakan belanja pertahanan menjadi kebijakan investasi pertahanan," kata Presiden Jokowi di halaman Istana Merdeka.

Upacara HUT TNI dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo. Ada juga menteri dan pejabat.

"Kita mesti berpikir jangka panjang, dirancang sistematis dan dijalankan secara konsisten berkelanjutan," tambah Presiden. Jokowimemerintahkan TNI untuk terus melakukan adopsi dan inovasi teknologi mutakhir.

"Bergerak aktif dalam konsorsium industri pertahanan global, memegang teguh semangat kemandirian, dan penguatan industri dalam negeri. Hal ini untuk mewujudkan kekuatan pertahanan Indonesia yang lebih mumpuni," tegas Presiden.

Dalam sambutan, Presiden Jokowi, juga mengakui bahwa Indonesia masih berada di bayang-bayang pandemi Covid-19. Bila diibaratkan perang, melawan virus Covid-19 seperti perang berlarut-larut yang sangat menguras tenaga, pikiran, dan mental.

Perang tersebut membutuhkan kewaspadaan, kecepatan, sinergi, pemanfaatan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dia menilai, keberhasilan menangani pandemi tidak terlepas dari peran besar TNI. Para anggota TNI selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap penugasan. Tampak kemampuan perorangan dan satuan dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan serta teknologi, termasuk alutsista untuk menunaikan tugas.

Warga Antusias

Usai upacara, presiden lalu meninjau pameran alat utama sistem senjata (alutsista) di jalan sekitar Istana Kepresidenan. "Pameran alutsista merupakan bentuk transparansi kepada publik atas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara," katanya.

Presiden berharap dengan digelarnya pameran alutsista tersebut, masyarakat bisa lebih mengetahui senjata TNI, terutama peralatan yang jarang disosialisasikan seperti peluncur roket Astros.

Sementara itu, wargatampak antusias berswafoto bersama prajurit TNI di sejumlah peralatan militer yang dipamerkan. Masyarakat memang diizinkan untuk melihat pameran, termasuk naik ke peralatan-peralatan tempur.

Contoh kendaraan P6 ATAV. Warga berfoto di kendaraan serang ringan tersebut. Selain itu,
P6 ATAVtergolong kendaraan taktis TNI.

"Saya bisa tiap tahun melihat pameran saat HUT TNI. Kebetulan anak ada yang jadi tentara," kata Supardi, salah satu warga Jembatan Merah. Warga Jatibening Bekasi, Jawa Barat, Nining, bersama suaminya rela menempuh jarak puluhan kilometer untuk melihat pameran alutsista. "Ingin tahu seperti apa alat-alat TNI. Jangan sampai Indonesia kalah dari negara tetangga soal keamanan," kata Nining.

Artikel Asli