Kontribusi Jelang COP26 Menteri Siti Semangati Ratusan Anak Muda Untuk Terjun Di Aksi Iklim Dan Energi Bersih

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:40
Kontribusi Jelang COP26 Menteri Siti Semangati Ratusan Anak Muda Untuk Terjun Di Aksi Iklim Dan Energi Bersih

Tiga menteri akan jadi pembicara utama dalam kegiatan Road To COP26 yang digelar anak-anak muda mulai hari ini. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr Ir Siti Nurbaya MSc, akan tampil perdana sebagai keynote speaker pada sektor perubahan iklim, di hadapan ratusan mahasiswa dan penggiat lingkungan-energi terbarukan.

Hari kedua, atau besok, hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ir Arifin Tasrif menjadi pembicara kunci di sektor energi. Dan di hari ketiga, Menteri BUMN Erick Thohir, akan menjadi keynote speaker mengenai transisi ke energi alternatif yang ramah lingkungan.

Event kolaborasi Rakyat Merdeka dan Society of Renewable Energy (SRE) itu bertema: Indonesian Youth Determination in Climate and Clean Energy Actions (Tekad Generasi Muda Indonesia dalam Aksi Iklim dan Energi Bersih).

SRE adalah wadah bagi mahasiswa dan kaum muda Indonesia yang ingin ikut berkontribusi pada aksi-aksi penyelamatan lingkungan dan transisi energi. Dibentuk dua tahun lalu di kampus ITB, komunitas ini lalu melebar ke UI, ITS, UGM, IPB, dan terus meluas hingga sekarang telah terbentuk di 37 kampus di seluruh Indonesia.

COP26 sendiri adalah event dunia, yang akan diselenggarakan pada 1-12 November mendatang di Glasgow, Skotlandia. Di UN Climate Change Conference of the Parties 26, atau yang biasa disebut COP26, para pemimpin dunia dan pemangku kepentingan dipertemukan, untuk bersama-sama menangani krisis lingkungan dan pemanasan global. Presiden Jokowi direncanakan hadir pada konferensi tersebut.

Anak-anak muda di Indonesia, rupanya amat tertarik dan ingin ikut berkontribusi menyumbang gagasan, pemikiran dan ide-idenya. Karenanya, dalam Road To COP26, hari ini, mereka akan sharing aspirasi, pengalaman, ide dan program untuk dikumpulkan ke dalam dokumen kontribusi.

Acara Road To COP26 hari ini berlangsung mulai pukul 14.00 WIB, secara hibrid. Yaitu offline dan online sekaligus. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memberikan paparannya langsung dari Kantor KLHK, di Manggala Wanabakti, Jakarta. Sedangkan peserta, dan delegasi yang akan jadi pembicara, sebagian besar hadir virtual melalui platform zoom.

Sejumlah anak muda akan menjadi pembicara, menyampaikan ide, gagasan, program dan pandangannya terkait penyelamatan lingkungan dan energi bersih. Mereka yaitu, Tamara Iskandar (Circle Economy Korean Advanced Institute of Science and Tech), Listy Laura Boru Simamora (Teleco), Nabilah Kushaflyki (Sadari Sedari), dan Novia Xu (Centre for Strategic and International Studies).

Yang menarik, ada empat delegasi global yang juga ikut urun pendapat, dan sharing pengalamannya dalam event ini. Mereka yaitu Amelie Girard (SDG7 Youth Constituency/ European Youth Energy Network-Netherland), Asma Rouabhia (United Nation Foundation-Tunisia), Chiagozie Udeh (SDG7 Youth Constituency-Nigeria) dan Iman Abdulkadir Ahmed (Bogazici University/ UNMGCY-YC Turki).

Untuk melengkapi diskusi dalam forum tersebut, hadir panelis-panelis yang tak kalah bagusnya, dari kalangan anak-anak muda. Mereka yaitu Windy Dewi (MPP Candidate at Harvard Kennedy School, Research Analyst at World Bank), Aryanie Amellina (Environment and Climate Programme Specialist at UNICEF, Climate Policy and Carbon Pricing Specialist) dan Brurce Mecca (MESc at Yale School of Environment, Analyst at Climate Policy Initiave).

Direktur Rakyat Merdeka , Kiki Iswara Darmayana mengatakan, pihaknya selama ini selalu aktif mendorong aksi-aksi penyelamatan lingkungan dan penggunaan energi bersih di Indonesia. Peran generasi muda, sangatlah penting. Semakin banyak anak muda yang mendukung upaya ini, maka dengan cepat akan terwujud Indonesia hijau, dan bersama komunitas dunia ikut mencegah kenaikan suhu global.

Kami mengharapkan Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menceritakan, dan menyemangati generasi muda, agar bisa berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan menuju Indonesia yang lebih baik, katanya. [NAN]

Artikel Asli