Mulai Januari 2022, Beri Uang pada Pengemis di Jalanan Didenda Rp1,5 Juta

Nasional | radartegal | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:20
Mulai Januari 2022, Beri Uang pada Pengemis di Jalanan Didenda Rp1,5 Juta

Pemkot Makassar semakin serius menangani anjal dan gepeng. Sanksi tegas pun menanti bagi siapa saya yang memberikan uang di jalanan.

Dinas Sosial (Dissos) Kota Makassar akan mulai menerapkan regulasi tegas terkait anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng). Langkah ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan sosial ini.

Untuk tahap awal, dissos telah merencanakan pemasangan papan bicara atau informasi pemberitahuan. Isinya berupa sanksi bagi pemberi uang bagi anjal-gepeng di jalanan.

Dasarnya adalah Perda No 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anjal, Gepeng, dan Pengamen. Perda ini akan diberlakukan kembali, setelah sekian lama tak ditegakkan.

Masa sosialiasi kurun Oktober-Desember 2021 alias tiga bulan. Per Januari 2022, sudah akan diterapkan. Sosialiasi menjadi pilihan awal agar masyarakat mengetahui sanksi dan mampu menahan diri serta mematuhi aturan.

Sekretaris Dissos Kota Makassar Muhyiddin mengatakan sanksinya berupa denda hingga Rp1,5 juta atau kurungan penjara tiga bulan. Jika saat ini penertiban dilakukan untuk anjal-gepeng, maka ke depan pemberinya ikut dihukum.

Perda Pembinaan Anjal, Gepeng, dan Pengamen menegaskan larangan pengguna jalan untuk tidak memberikan apa pun. Sosialiasi akan dilakukan via papan bicara, spanduk, dan baliho.

"Nanti dibuat di setiap lampu merah yang rawan. Ini juga berkaitan dengan penegakan perda," kata Muhyiddin, Selasa, 5 Oktober.

"Insyaallah, Oktober ini sudah bisa kita pasang. Artinya, nanti dikemas mami bagusnya, sebagai pemberitahuan, ada larangan dan sanksi. Jadi ini yang mau disosialisasikan lagi dulu selama tiga bulan setelah itu baru ditindak," sambung Muhyiddin.

Ia mengungkapkan belum ada penganggaran soal papan bicara, namun dia tengah berkoordinasi dengan pihak terkait agar memanfaatkan papan bicara yang ada. Selain itu juga digunakan media spanduk dan baliho.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku penanganan penanganan anjal dan gepeng masih lamban, bahkan jauh dari harapan. Kini ia menyadari hal itu.

"Saya akui dan semua orang tahu, dulu dissos saya itu hancur sekali. Ini, kan, baru saya ganti sekretaris. Dan mulai menerapkan program Saribattang. Sudah mulai jalan," katanya.

Selama dua tahun belakangan ini, menurutnya program anjal-gepeng mandek. Tidak ada yang jalan. "Maka kasih kesempatan saya perbaiki ini," sambung pria yang akrab disapa Danny itu.

Soal mitigasi sosial merupakan konsentrasi pemkot termasuk kesejahteraan sosial. Mulai Oktober ini, pemkot akan berbenah hingga Desember.

"Tahun depan kita kasih kencang. Buktinya sudah saya anggarkan pengadaan tanah untuk pembangunan rumah singgah di Maros. Tanah 10 hektare Rp15 miliar, di Makassar sudah tidak ada lagi harga tanah begitu," paparnya.

Sehingga nantinya, akan ada pembinaan di situ. Ia juga mengakui, pemkot belum memiliki fasilitas. "Makanya segera dilengkapi. Itu pun biasanya kita titip di dinas (sosial) provinsi," bebernya. (bus/zuk/zul)

Artikel Asli