Bom "Mother of Satan" 35 Kg Masih Aktif

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:20
Bom "Mother of Satan" 35 Kg Masih Aktif

BANDUNG - Bom raksasa seberat 35 kilogram yang ditemukan di Gunung Ciremai, Majalengka, Jabar ternyata masih aktif. Sebagian diledakkan di tempat penemuan. Demikian keterangan Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, di Bandung, Selasa (5/10).

Menurutnya, bahan peledak yang ditemukan Tim Densus 88 Antiterordan Brimob Polda Jabar di Gunung Ciremai, hanya berjarak 7 kilometer dari permukiman terdekat. Erdi mengatakan, bom yang berdaya ledak tinggi berjuluk "Mother of Satan" seberat 35 kilogram itu masih aktif saat ditemukan petugas. Namun kini bahan peledak sudah didisposal menjadi nonaktif.

"Bom tersebut dalam kondisi utuh dan aktif. Artinya, bom bisa diaktifkan saat ditemukan," kata Erdi. Dia menjelaskan, sebagian sempat diledakkan di lokasi penemuan oleh kepolisian guna mengukur daya eksplosifnya.

Hasilnya, kata dia, bahan peledak itu berdaya ledak kuat dan cukup mengkhawatirkan apabila tidak ditangani petugas. "Dengan sedikit saja, ternyata itu dapat mengakibatkan getaran yang sangat kuat. Nah, sisa bahan peledak dibawa ke Brimob untuk didisposal," tandasnya.

Kemudian di Markas Komando Brimob Polda Jawa Barat, kata dia, para petugas meledakkan kembali agar tidak tersisa setelah diurai. "Jadi, kita ledakkan kembali untuk mengamankan karena ini sangat berbahaya jika digunakan teroris," tutur Erdi.

Meski sudah ditemukan, menurutnya, Tim Densus 88 Antiteror juga akan mengembangkan penemuan tersebut guna mencari potensi serupa. "Tapi diharapkan tidak ada lagi karena sangat membahayakan. Daya ledaknya tinggi, sangat mengkhawatirkan," katanya.

Pengakuan

Sebelumnya diberitakan bahwa temuan bom di Ciremai tersebut merupakan hasil pengembangan dari teroris-teroris yang ditangkap. Mereka yang menginformasikan masih menyimpan bom 35 kilogram di gunung Ciremai.

Dari penjelasan itu, lalu Brimob dan Tim Densus 88 mencari ke lokasi yang disebutkan. Mereka menemukan bom tersebut di ketinggian 1.400 meter. Tim menemukan bom TATP, persisnya di gunung Ciremai, blok Cipager, Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jabar.

Bom TATP diduga milik teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah bernama Imam Mulyana. Dia ditangkap saat menjelang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Cirebon pada tahun 2017. Imam Mulyana sendiri ditangkap pada hari Senin, 18 September 2017. Penangkapan terjadi saat Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara penutupan Festival Keraton Nusantara IX. Kegiatan festival dilaksanakan di Taman Gua Sunyaragi, Cirebon.

Artikel Asli