Pesan Kiai Ma’ruf Amin Waspada Potensi Kasus Virus Corona Naik Lagi

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:20
Pesan Kiai Ma’ruf Amin Waspada Potensi Kasus Virus Corona Naik Lagi

Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi peningkatan kasus penularan Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia. Jangan merasa nyaman terhadap penurunan kasus saat ini.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Wapres secara virtual, kemarin.

Bapak Wakil Presiden dalam rapat terbatas tadi mengingatkan, agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu, tegas Luhut.

Dalam ratas itu, eks Menko Polhukam ini membeberkan beberapa kemajuan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Pulau Jawa mempertahankan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, dengan dominasi di Semarang Raya dan Solo Raya.

Sementara, Kota Blitar di Provinsi Jawa Timur, akan melakukan uji coba penerapan PPKM Level 1 karena telah memenuhi syarat sesuai indikator Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Cakupan indikator untuk menjadi PPKM Level 1, antara lain sekitar 75 persen masyarakat umum dan 60 persen masyarakat lanjut usia (lansia) di daerah tersebut telah divaksin dosis pertama.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga mengingatkan, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan lantaran pandemi belum selesai.

Saat ini, dari hasil analisis pemerintah terhadap 26 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa-Bali, daerah yang telah memasuki level 1 adalah Kabupaten Lampung. Dan sejak 25 september 2021, kabupaten/kota di wilayah Jawa-Bali yang telah masuk ke level 1, yaitu Kabupaten Blitar.

Walau begitu, bukan berarti kita bisa lalai dengan situasi yang tergolong aman tersebut, karena Covid-19 masih ada di sekitar kita, tegasnya.

Wiku menjelaskan, pada prinsipnya level 1 dalam asesmen leveling dan zona hijau dalam sistem zonasi adalah hasil penilaian yang paling baik melalui perhitungan berbagai indikator.

Soal kegiatan ibadah, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) itu menegaskan, sampai saat ini pengaturan kegiatan di rumah ibadah atau berjemaah secara nasional memperhatikan 2 indikator penilaian.

Yakni, pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan, berupa memakai masker dan menjaga jarak saat beribadah, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah beribadah.

Ke depannya, jika diterapkan perubahan pengaturan, khususnya pedoman beribadah secara rinci di rumah ibadah akan disampaikan oleh Kementerian Agama, yang sebelumnya telah melalui kesepakatan lintas kementerian/lembaga, tandasnya. [DIR]

Artikel Asli