Anies Makin Laris

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:06
Anies Makin Laris

Nama Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, terus bertengger di puncak survei Calon Presiden mendatang. Perhelatan politik nasional pun memanas. Semua mesin partai dengan jaringan pendukungnya sudah ikut memanas. Bentuk paling konkret dari kontestasi politik di pentas nasional ialah bermunculan dan beredarnya nama-nama pesaing Capres.

Sudah mulai heboh nama-nama selain figur lama Prabowo Subianto, juga ada nama-nama baru yang secara survei layak diperhitungkan. Tapi entahlah, siapa yang tahu, akan banyak kejutan.

Nama Prabowo sepertinya sudah stagnan. Popularitasnya sudah sangat tinggi. Namun, tingkat kesukaan dan keterpilihan cenderung tidak naik-naik. Ini artinya bila dipaksakan tarung dengan nama-nama baru termasuk ABW (Anies Baswedan) maka yang akan keluar menjadi pemenang bisa figur baru. Dengan ungkapan lain, bila Prabowo maju lagi sama artinya dengan memperpanjang record kalah.

Oleh karena itu, nama-nama baru yang lebih fresh dan, meski popularitasnya masih rendah, memiliki harapan serta kesempatan untuk hadirnya kuda hitam. Adapun di antara nama-nama yang muncul dan telah masuk ke dalam radar pemimpin nasional terkuat di antaranya adalah ABW di samping nama-nama lainnya.

Di antara nama-nama yang muncul di survei berbagai lembaga eksit-poll, nama-nama baru mungkin bisa digenjot dan di proyeksi dapat mengubah peta pencapresan. Masing-masing tidak boleh melakukan kesalahan yang hanya menjadi blunder politik besar yang menggerus tingkat kesukaan publik terhadap dirinya.

Bukan hanya kesalahan yang mengakibatkan melorotnya popularitas, para Capres juga jangan membuat blunder yang hanya memunculkan dan memberi jalan naiknya popularitas salah satu tokoh yang dizalimi. Tragedi penjegalan berupa penyerangan terhadap ABW melalui aksi interpelasi bisa menjadi salah satu faktor luck dalam politik Anies.

Sekarang, semua diserahkan kepada para Capres untuk menangani masalah-masalah yang bisa paling tidak mengokohkan posisinya. Di antaranya memilih pasangan Cawapres. Pasangannya harus benar-benar yang bisa memperkuat dan memperbanyak suara politiknya. Karena, memilih pasangan akan secara signifikan menyumbang kedudukan suara. Semoga Indonesia diberi pemimpin nasional yang lebih baik dan terbaik.(*)

Artikel Asli