Pasca Merger BUMN Kepelabuhan Pelindo Diramal Masuk 5 Besar Pemain Global

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 06:50
Pasca Merger BUMN Kepelabuhan Pelindo Diramal Masuk 5 Besar Pemain Global

Pemerintah resmi menggabungkan (merger) PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo I (Persero), Pelindo III (Persero) dan Pelindo IV (Persero), ke dalam Pelindo II (Persero). Aksi korporasi ini akan membuat industri kepelabuhanan nasional semakin digdaya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, latar belakang digabungnya Pelindo karena pihaknya ingin meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN Kepelabuhanan.

Penggabungan ini dipercaya bisa memaksimalkan sinergi dan penciptaan nilai tambah. Sehingga membuka peluang perusahaan menuju go global .

Merger ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Peraturan Pemerintah (PP) dari Presiden Jokowi juga sudah disahkan, ujar Erick melalui rilis yang diterima Rakyat Merdeka , Minggu (3/10).

Bos Mahaka Group ini mengatakan, ongkos logistik yang tinggi membuat Indonesia kerap kalah bersaing dengan negara-negara lain di Asia. Logistic cost kita 24 persen, negara lain 11 persen, katanya.

Karena itu, penggabungan perusahaan jasa kepelabuhan ini akan mendorong ongkos logistik di Tanah Air lebih efisien. Apalagi setelah aksi merger, empat perusahaan tersebut langsung menempati peringkat delapan besar dunia secara valuasi.

Posisi itu menunjukkan bahwa BUMN pelabuhan di dalam negeri memiliki potensi bersaing secara global, tuturnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, aksi korporasi seperti merger dan akuisisi memiliki efek domino yang besar. Sehingga sangat dinantikan oleh market, baik di dalam dan luar negeri.

Apalagi, merger dan integrasi sistem pelayanan telah menempatkan Pelindo sebagai operator pelabuhan terbesar secara global di posisi delapan besar dari total throughput-nya.

Yukki optimistis, hal tersebut mampu mendorong penguatan manajemen supply chain (rantai pasok) dan layanan logistik di Indonesia secara jangka panjang.

Pasca merger, dampak operasional Pelindo tidak hanya menjadi nomor delapan, tapi sepuluh tahun mendatang akan menjadi lima besar, kata Yukki kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Hal ini dikarenakan, efek berantai dari merger tersebut bukan sekadar untuk efisiensi pelayanan logistik di Tanah Air, namun untuk mendorong Pelindo menjadi global player . Salah satu caranya, dengan melakukan ekspansi bisnis jasa kepelabuhan ke luar negeri.

Yukki juga yakin, operator pelabuhan global yang saat ini berada di peringkat teratas mampu mencapainya karena mengakuisisi pelabuhan di luar negeri. Sekaligus meningkatkan kapasitasnya di dalam negeri.

Bicara pelabuhan mungkin ada batasannya. Tapi kalau logistik, nggak ada batasannya. Jadi, jangan berhenti di aksi korporasi, harus berani mengambil aksi lebih besar terhadap aktivitas rantai pasok di Indonesia dan dunia, ujar Yukki.

Dia berharap, merger Pelindo bisa menciptakan ekosistem yang lebih baik lagi di sektor kepelabuhan melalui kolaborasi dengan swasta. Termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dan pada akhirnya bisa turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di atas 7 persen, sebagaimana yang dicanangkan pemerintah.

Kuncinya, kolaborasi. Menciptakan ekosistem sehingga bisa menarik investasi di sektor transportasi, logistik dan kepelabuhan di Indonesia, sarannya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, kondisi pandemi turut meningkatkan aktivitas logistik, baik di darat, laut maupun udara. Ini menjadi potensi yang harus diraih BUMN sektor kepelabuhan, dengan meningkatkan kapasitas dan pelayanan yang terstandarisasi di seluruh pelabuhan.

Pelabuhan kita tidak tertutup kemungkinan menjadi hub untuk kegiatan ekspor impor, dan melakukan direct call, kata Bhima kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Pasalnya, sejumlah pelabuhan besar di Indonesia berada di jalur perdagangan dan lokasinya strategis. Sehingga, dengan mengalihkan pengiriman yang selama ini melalui negara tetangga, otomatis dapat meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia secara global.

Sebelumnya, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, usai ditandatanganinya PP penggabungan tersebut, keempat perusahaan langsung menindaklanjutinya dengan menandatangani Akta Penggabungan yang dilakukan Direktur Utama Pelindo I Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto dan Direktur Pelindo IV Prasetyadi.

Menurutnya, merger ini langkah penting dalam rangka peningkatan value creation bagi BUMN Pelabuhan. Sehingga, dapat memberikan manfaat besar bagi perkonomian dan sosial Tanah Air. [IMA]

Artikel Asli