Panduan Konser Di Masa Pandemi Sudah Ada Musisi Antusias, Warga +62 Waswas

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 06:20
Panduan Konser Di Masa Pandemi Sudah Ada Musisi Antusias, Warga +62 Waswas

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menyiapkan panduan penyelenggaraan konser besar di masa pandemi Covid-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya sudah mendapat beberapa pengajuan izin konser dari penyelenggara kegiatan. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan panduan penyelenggaraan konser di masa pandemi.

Kita bantu kurasi, bantu fasilitasi dengan Pemprov DKI dan pemprov-provinsi, kabupaten, kota lainnya, ujar Sandi.

Sandi mengatakan, pemerintah sebetulnya sudah memberikan pelonggaran di daerah yang memiliki status PPKM level 2-3 untuk menggelar konser. Dia memberikan contoh, kegiatan Bromo Jazz Festival, berhasil digelar di musim Covid.

Beberapa bulan ke depan akan ada drive in konser yang akan dilaksanakan November dan Desember 2021. Yang sudah mengajukan, banyak yang outdoor . Jadi, yang indoor kita evaluasi bersama, tutur Sandi.

Mantan Calon Wakil Presiden di Pilpres 2019 ini mengatakan, kegiatan konser skala besar bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Khususnya untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ini sejalan dengan situasi Covid-19 yang terus membaik, kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harmadi mengatakan, kebijakan penyelenggaraan konser musik diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Tentu dengan mempertimbangkan tingkat penularan virus Corona di setiap daerah.

Jangankan konser, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas juga diserahkan kepada Pemda dan Satgas daerah setempat untuk menganalisis bagaimana kelayakan PTM di wilayahnya, ujarnya.

Sonny mengingatkan, proses pelaksanaan konser harus dilakukan dengan hati-hati. Kemudian didukung dengan mitigasi yang tepat, agar risiko penularan virus Corona dapat ditekan serendah mungkin.

Misalnya, orang yang mengikuti konser harus sudah divaksinasi Covid-19 dan dibantu dengan aplikasi PeduliLindungi, ujarnya.

Sonny menegaskan, penerapan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker dan menjaga jarak harus dilakukan dengan disiplin. Pastikan orang-orang yang masuk ke ruang publik tadi benar-benar orang yang sehat, jelas Sonny.

Meski senang kegiatan skala besar diperbolehkan, netizen masih waswas datang menonton konser. Sementara, musisi sangat antusias menyambut pembukaan konser di tengah pandemi.

Akun @windy901221 tidak akan pergi menonton konser meski sudah diperbolehkan. Alasannya, pandemi Covid-19 belum kelar, sehingga potensi munculnya varian baru yang lebih berbahaya sangat besar.

Coba bayangin, di ruangan tertutup dengan ratusan, bahkan ribuan orang ngumpul, ujarnya.

Senang sih angka penyebaran Covid-19 turun terus, tapi untuk acara konser/hajatan yang sudah diizinkan dilaksanakan dengan skala besar, kok aku masih belum yakin ya, kata @iricefa_ .

Akun @Adhi_Faiz menyarankan, pembukaan konser offline ditunda hingga target vaksinasi tercapai. Konser musik masih mungkin dilakukan secara virtual di masa belum tervaksinasinya minimal 70 persen orang di Indonesia ini. Konser musik jangan dulu dilakukan dengan cara yang dapat timbulkan kerumunan, pinta dia.

Senada dilontarkan @Marsell_Wawo . Kata dia, karena vaksinasi masih jauh dari target, sebaiknya konser musik skala besar ditiadakan dulu. Kecuali, ada jaminan dari pelaksana dan Satgas Covid-19, penonton menjaga jarak.

Kalau jaga jaraknya dilonggarkan, potensi penularan akan terjadi, tegasnya.

Akun @imstyawan menilai, konser offline belum bisa dilakukan karena tingkat kedisiplinan prokes warga +62 belum baik. Termasuk, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak percaya Covid-19, sehingga belum divaksinasi.

Sangat tidak setuju konser diizinkan. Ekonomi bisa tetap berjalan dengan prokes tanpa harus berkumpul tanpa jaga jarak. Mau nekat, siap-siap saja seperti India. Gelombang tsunami Covid-19 sudah menanti, kata @JIWAWISESA .

Semenara, @LaRam_Jer setuju kegiatan konser musik skala besar diperbolehkan kembali. Kendati begitu, dia memberikan catatan, konser hanya boleh di tempat-tempat yang aksesnya bisa dikontrol. Bukan di area terbuka, katanya.

Akun @rapmafmums mengungkap beberapa panduan yang harus dilakukan penyelenggara selama konser berlangsung. Yaitu, memperhitungkan kondisi kasus Covid-19 di daerah tempat kegiatan, potensi penularan selama kegiatan, durasi kegiatan, tata kelola ruangan, jumlah partisipan serta kemungkinan peserta belum divaksinasi Covid-19.

Meski sudah diberikan izin, jangan memaksakan datang ke acara besar seperti konser jika kondisi tubuh sedang tidak sehat. Selalu jaga kesehatan dan tetap patuhi prokes ya sobat sehat, sambung @sobatsehatkita .

Musisi senior @iwanfals mengaku sangat gembira mendengar penyelenggaraan konser offline kembali diperbolehkan. Dia sangat antusias menyiapkan berbagai keperluan konser mulai dari sekarang.

Sambil nunggu konser benar-benar boleh beberes alat-alat, latihan pribadi diintensifkan ciiieee, pilih lagu-lagu yang penting untuk dinyanyikan, ketika tiba waktunya sudah tinggal genjreeng...o ya dojo mulai dihidupkan, badan sudah pada kaku nih, ngopi lurrr, ujar @iwanfals. [ASI]

Artikel Asli