Peringkat Indeks Paspor UEA Naik

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 05:05
Peringkat Indeks Paspor UEA Naik

IHRAM.CO.ID, DUBAI Indeks Paspor melihat Uni Emirat Arab (UEA) naik peringkat dalam Skor Keterbukaan Dunia (WOS) pada Q4 sejak awal tahun. Sementara naik sembilan persen pada kuartal terakhir, rata-rata skor mobilitas global (MS) di seluruh 199 negara bagian yang diukur dengan indeks adalah 89 berdasarkan total akses bebas visa atau visa-on-arrival yang disediakan.

Dampak dari pandemi Covid-19 terus memengaruhi perjalanan dan mobilitas. Ini merupakan bukti dari banyak negara di dunia yang telah berhasil memimpin dalam melihat dunia terbuka. Pada Juli 2021, data pelacakan Covid-19 Bloomberg melaporkan UEA adalah negara yang paling banyak divaksin di dunia dengan lebih dari 73,8 persen penduduk.

Tidak hanya memiliki satu, UEA memiliki dua paspor kuat, yaitu aspor Expo 2020 berwarna kuning yang memberi akses pada 191 negara. Berdasarkan skor mobilitas yang menjumlahkan jumlah negara bebas visa atau visa-on-arrival yang saat ini diberikan paspor kepada pemegangnya, Indeks Paspor juga mencatat pembatasan terkait Covid-19 yang berubah dari hari ke hari. Hal ini memungkinkan wisatawan dan pemerintah mendapatkan informasi terkini tentang mobilitas global.

Pembatasan akibat Covid-19 juga dipertimbangkan oleh indeks yang berguna dalam hal menyediakan informasi terkini untuk wisatawan dan pemerintah karena perubahan dalam hal ini lebih sering terjadi.

Sementara paspor Eropa terus memimpin dalam peringkat global. Australia dan Korea Selatan meningkatkan skor mobilitas mereka menuju Q4, pindah ke tempat kedua bersama dengan Jerman dan Spanyol.

Inggris, Kanada, AS, dan Singapura adalah satu-satunya paspor non-Eropa lainnya yang masuk dalam 10 besar Passport Index. Presiden Arton Capital dan Pencipta Indeks Paspor Armand Arton mengatakan untuk memulai Q4 dengan peningkatan 14,8 persen dalam mobilitas global menunjukkan bahwa dunia membuka sekali lagi dengan cara yang menggembirakan.

Namun, kami masih baru kembali ke tingkat mobilitas yang pertama kali dicapai enam tahun lalu. Jadi, dampak penutupan global masih sangat berperan, kata Arton, dilansir Saudi Gazette, Selasa (5/10).

Arton menyebut selain pembatasan terkait pandemi, peristiwa geo-politik dalam tiga bulan terakhir juga menciptakan masalah perjalanan, mobilitas, dan migrasi ke dan dari Afghanistan. Meskipun jelas merupakan masa yang sulit bagi banyak pihak, masa-masa krisis seringkali dapat menempatkan masalah mobilitas global dengan kuat menjadi sorotan, ujar dia.

Indeks Paspor lebih dari sekadar alat pemeringkatan sederhana. Tidak seperti indikator lain tentang mobilitas global, data Indeks Paspor dapat mencerminkan pembatasan perjalanan geo-politik atau pandemi yang bersifat sementara dan seringkali mengganggu.

Artikel Asli