KKN Tematik Lebih Terstruktur

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 00:11
KKN Tematik Lebih Terstruktur

JAKARTA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik lebih terstruktur dan fokus. Dengan program ini mahasiswa berkontribusi langsung mengembangkan potensi daerahnya. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Selasa (5/10).

"Sebab bersifat tematik, program KKN Kampus Merdeka berbeda dari kuliah kerja nyata," ujarnya. Dia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai satu dari delapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka sehingga memiliki jaminan pendanaan dan transfer kredit 20 SKS.

Nadiem mencontohkan, kegiatan KKN Tematik Kewirausahaan telah berkontribusi pada pembangunan ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang inklusif di berbagai daerah. Sebanyak 3.100 desa dari 146 kabupaten telah menjadi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dia menambahkan, KKN Tematik Kewirausahaan juga menjadi ruang bagi mahasiswa mengembangkan keterampilan untuk menghadapi tantangan masa mendatang. Menurutnya, mahasiswa harus siap menghadapi perubahan dunia yang cepat dan drastis. Banyak jenis pekerjaan berkembang dan tidak sedikit pekerjaan yang tidak lagi dibutuhkan.

"Kita tentu akan meningkatkan jumlah tersebut dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Mahasiswa yang belajar dengan merdeka akan menjadi generasi penerus yang memerdekakan bangsanya di masa depan," tandasnya.

Transformasi
Sementara itu, Plt Dirjen Diktiristek, Nizam, berharap semakin banyak perguruan tinggi terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi harus bertransformasi pada pembelajaran yang lebih memerdekakan potensi mahasiswa dan membangun semangat kewirausahaan. "Hal ini terutama kewirausahaan berbasis sosial," terangnya.

Direktur Kantor Pertumbuhan Ekonomi dan Pendidikan USAID, Thomas Crehan, menambahkan, keterampilan bisnis paling penting dalam ekonomi modern. Untuk itu, pihaknya bekerja sama Kemendikbudristek menggelar KKN Tematik Kewirausahaan di sejumlah lokasi.

"Lebih dari 38.000 mahasiswa telah memeroleh manfaat program itu," jelasnya.

Thomas mengatakan, pihaknya juga menyusun modul untuk menyukseskan program KKN Tematik Kewirausahaan. Modul tersebut juga bisa diakses perguruan tinggi untuk membuat kegiatan serupa. "Diharapkan program ini dapat membuka potensi tenaga kerja dan membangun ekosistem inklusif. Dengan begitu, tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja modern," katanya.

Artikel Asli