Dunia Diprediksi Butuh Vaksin Covid-19 Jenis Baru di 2022

Nasional | republika | Published at Rabu, 06 Oktober 2021 - 00:05
Dunia Diprediksi Butuh Vaksin Covid-19 Jenis Baru di 2022

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum tuntas program vaksinasi, pendiri BioNTech telah memprediksi bahwa dunia akan membutuhkan jenis vaksin Covid-19 baru pada pertengahan 2022. Vaksin baru itu diklaim penting untuk melindungi dari varian virus yang tidak bisa dilawan oleh vaksin yang ada saat ini.

Pertengahan tahun depan, situasinya bisa berbeda, dan mungkin dibutuhkan vaksin Covid-19 baru, kata Ugur Sahin selaku CEO BioNTech (yang ikut menciptakan vaksin Pfizer) seperti dilansir dari Best Life, Selasa (5/10).

Sahin menegaskan bahwa pembaruan vaksin Covid-19 adalah sesuatu yang tidak terbantahkan, sejalan dengan sifat mutasi virus. Mengingat, virus corona kemungkinan akan dapat menghindari respons imun yang diberikan oleh vaksin saat ini.

"Virus ini akan tetap ada dan terus bermutasi. Kami tidak punya alasan untuk berasumsi bahwa virus generasi selanjutnya akan lebih mudah diatasi dari varian yang ada sekarang. Ini adalah evolusi berkelanjutan, dan evolusi baru saja dimulai, ungkap Sahin.

Sahin mencatat bahwa suntikan booster saat ini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap varian Delta. Saat virus terus bermutasi, booster baru dapat menargetkan mutasi baru.

Pakar vaksin lain telah mengungkap prediksi serupa. CEO Pfizer, Albert Bourla, optimis satu tahun ke depan manusia akan kembali ke kehidupan normal, namun di sisi lain varian virusnya akan terus bermutasi. Dia merasa bahwa untuk mengatasi evolusi yang berkelanjutan, vaksin baru akan dibuat setiap tahun.

"Skenario yang paling mungkin bagi saya adalah karena virus ini menyebar ke seluruh dunia, maka virus itu akan bermutasi. Jadi saya pikir skenario yang paling mungkin adalah vaksinasi tahunan, meski kami tidak tahu persis. Kami harus menunggu dan melihat datanya, kata Bourla.

CEO Moderna, Stphane Bancel, juga memprediksi bahwa Covid-19 akan terus bermutasi sepanjang musim panas atau akhir 2022.

"Saya pikir 12 hingga 18 bulan lagi, mutasi baru akan datang," kata dia.

Sama seperti Bourla, Bancel juga percaya bahwa vaksinasi tahunan dengan pembaruan vaksin akan diperlukan.

Artikel Asli