Dapat Info dari Eks Napiter, Densus 88 Antiteror Berhasil Temukan Bahan Bom Seberat 35 Kg di Kaki Gunung

radartegal | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 19:16
Dapat Info dari Eks Napiter, Densus 88 Antiteror Berhasil Temukan Bahan Bom Seberat 35 Kg di Kaki Gunung

Tim Densus 88 melakukan pencarian bom di Gunung Ciremai usai mendapatkan informasi dari eks napiter (narapidana terorisme) bernama Imam Mulyana.

Sang napiter merupakan terduga teroris yang berniat membahayakan Presiden Jokowi saat akan menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX Tahun 2017 di Taman Gua Sunyaragi, Cirebon.

Detasemen Khusus (Densus) 88 bersama Tim Jibom Brimob Polda Jabar, Polres Majalengka, dan tim Lapas Sentul menemukan bahan peledak berupa TATP (Triacetone Triperoxide). Total bahan peledak yang ditemukan seberat 35 Kg.

Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan bom tersebut disembunyikan di ketinggian 1450 MDPL (meter di atas permukaan laut). Atau tepatnya di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Di sebuah lokasi tersembunyi dan sulit untuk dijangkau, di seputaran Blok Cipager, Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat, ungkapnya dalam keterangannya, Senin (4/10).

Diungkapkannya, bom tersebut ditemukan dalam beberapa wadah terpisah. Dari pengamanan bom tersebut, ditemukan pula sebuah toples berisi 10 kg TATP murni.

Selain itu, botol plastik ukuran 250 ml berisi gotri (besi bulat berukuran kecil), empat Tupperware berisi TATP murni dan C1 dan setengah botol air minum besar berisi TATP yang sudah berubah warna, katanya.

Dikatakannya, setelah menemukan bahan peledak tersebut Tim Jibom Brimob Polda Jabar melakukan tindakan pemusnahan (disposal) di sekitar lokasi penemuan.

Efek ledakannya dahsyat. 50 gram TATP yang dimusnahkan di atas tanah, menimbulkan lubang dengan diameter sekitar satu meter dengan kedalaman 20 cm, ungkapnya dikutip dari Fin.

Diterangkannya, dari penangkapan Imam, Densus 88 mengamankan satu buah koper yang berisi sangkur, airsoft gun, buku ajakan berjihad, dan beberapa benda mencurigakan lainnya.

Dari hasil penyelidikan awal saat itu, Imam diketahui terkait dengan jaringan JAD. Bahkan dia berniat merampas senjata anggota polisi yang mengamankan kedatangan presiden serta melukai Jokowi. (fin/ima)

Artikel Asli