Terungkap Stepanus Robin Sebut Azis Syamsuddin Bapak Asuh

inewsid | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 16:41
Terungkap Stepanus Robin Sebut Azis Syamsuddin Bapak Asuh

JAKARTA, iNews.id - Sidang terdakwa kasus dugaan suap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, Senin (4/10/2021) menghadirkan saksi Sebastian D Marewa. Marewa merupakan seorang kenalan Robin yang dijadikan sopir pribadinya.

Marewa mengaku awal kenal dengan Robin saat dirinya sedang menjadi pekerja harian lepas (phl) di PTIK. Selanjutnya, Marewa kembali bertemu dengan Robin di restoran kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat di mana saat itu Marewa diminta untuk menjadi sopir pribadi Robin.

Saksi mengaku dirinya pernah mengantar dan menjemput Robin dari indekos sahabat perempuannya yakni Rizky Cinde Awaliyah ke rumah dinas Azis Syamsuddin di Jalan Denpasar Raya.

"Pernah jemput Pak Robin di rumah Pak Azis Syamsuddin, antar sekali jemput sekali. Cuma waktu itu saya tidak tahu itu rumahnya Pak Azis syamsuddin," ujar Marewa.

Saksi mengaku mulai mengetahui itu rumah Azis Syamsuddin setelah beberapa kali mendengar pembicaraan terdakwa Robin dan permintaan terdakwa untuk dijemput melalui aplikasi WhatsApp ketika melakukan share location alamat rumah Jalan Denpasar Raya.

Selanjutnya, jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK menanyakan kapan Marewa mengantar jemput Robin ke rumah Azis Syamsuddin.

"Seingat saya, akhir tahun 2020 dan Maret 2021," kata saksi.

"Saksi tau istilah bapak asuh itu, dan ke siapa bapak asuh tersebut terdakwa maksudkan?," tanya jaksa.

"Pak Robin pernah menyebut ke saya, antarkan saya ke rumah bapak asuh, dan itu berhenti di alamat rumah Pak Azis Syamsuddin, sesuai arahan alamat dari Pak Robin," ujar Marewa.

Diberitakan sebelumnya, Stepanus Robin Pattuju didakwa telah menerima suap sebesar Rp11,025 miliar dan 36.000 Dolar AS atau setara Rp513 juta dari berbagai pihak. Jika ditotal, Stepanus Robin menerima suap Rp11,5 miliar. Dia didakwa menerima suap bersama-sama dengan rekannya seorang pengacara, Maskur Husain.

Adapun, uang sebesar Rp11,5 miliar tersebut berasal dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial sebesar Rp1,69 miliar. Kemudian, sejumlah Rp3 miliar dan 36.000 Dolar AS berasal dari Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Lantas, Stepanus Robin juga disebut menerima Rp507 juta dari mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan senilai Rp5,1 miliar dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Stepanus juga disebut menerima uang dari Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sebesar Rp525 juta.

Atas perbuatannya, Stepanus Robin dan Maskur Husain disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Artikel Asli