Antisipasi Lonjakan, Pemkot Surabaya Intensif Terjunkan Tim Khusus

jawapos | Nasional | Published at Senin, 04 Oktober 2021 - 16:41
Antisipasi Lonjakan, Pemkot Surabaya Intensif Terjunkan Tim Khusus

JawaPos.com- Tiga bulan terakhir, kondisi Kota Pahlawan berangsur membaik. Sebaran virus korona relatif mampu diredam. Namun, pemkot tidak ingin kembali terlena. Sebab, bisa saja wabah penyakit asal Tiongkok itu seketika mengamuk. Terlebih, kasus aktif juga masih tertinggi di Jatim.

Beragam langkah antisipasi telah dirancang pemkot. Upaya itu dimulai dua hari lalu dengan membentuk tim khusus. Tugasnya, mencegah lonjakan kasus virus korona.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, tim khusus itu berisi gabungan beberapa instansi. Di antaranya, satgas percepatan penanganan Covid-19, dinas kesehatan (dinkes), petugas kecamatan, serta perwakilan dari kelurahan. Komposisi semakin lengkap dengan adanya bantuan dari anggota TNI dan Polri. Semuanya bahu-membahu karena virus korona belum sepenuhnya hilang, ucapnya.

Beban kerja kelompok itu terbilang berat. Tidak hanya memburu serta menindak para pelanggar protokol kesehatan (prokes), petugas tersebut juga mencari warga metropolis yang belum disuntik vaksin. Tim ini bernama Swab dan Vaksin Hunter, jelasnya.

Akhir pekan lalu (2/10) Swab dan Vaksin Hunter pun telah beraksi. Petugas turun untuk memelototi seluruh kecamatan. Tugas perdana tim tersebut adalah menindak warga yang abai menerapkan prokes. Hasilnya, ratusan orang terjaring razia. Di Kecamatan Tambaksari, misalnya. Tidak sedikit warga yang diamankan petugas saat asyik ngopi di warung kopi (warkop). Sebab, mereka lupa mengenakan masker serta tidak menjaga jarak.

Camat Tambaksari Ridwan Mubarun menuturkan, ada 34 orang yang terjaring penindakan. Setelah satu per satu pelanggar didata, petugas memberikan hukuman. Langsung mengikuti uji usap. Hasilnya, seluruhnya negatif, ucapnya.

Jumlah pelanggar paling banyak ditemukan di Kecamatan Sukolilo. Sebanyak 99 orang terjaring penindakan. Sama seperti di Kecamatan Tambaksari, mayoritas tidak mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Camat Sukolilo Amalia Kurniawati mengatakan, tim Swab dan Vaksin Hunter itu turun ke beberapa titik keramaian. Mulai warung, warkop, hingga kafe. Tujuannya, mengingatkan warga agar tidak euforia. Virus korona masih ada, ucapnya.

Total ada 814 orang yang terjaring penindakan. Seluruh pelanggar prokes itu telah menjalani swab test. Hasilnya, semuanya dipastikan sehat. Tidak terinfeksi virus korona.

Artikel Asli